Fanfiction: 13 Stars


13 Stars

Author :       Ani Risma

Genre    :       Friendship / Brothership

Rating   :       General / All can read 😀

Cast       :        Super Junior only

Disclamer:       This story is originally mine! The cast belongs to God and themselves.

~~~

note: fanfiction ini sebelumnya pernah muncul di page Super Junior fanfiction tanggal 15 Oktober 2011, contest 1st anniversary page. Dan *ehem* saya belum waktunya menang *plak* doakan saya menang di 2nd anniversary nya ya 😀

Here’s the link: http://www.facebook.com/note.php?note_id=241150499266896

^^

~~~

Let the story begin..

    Malam. Suatu bentuk kebesaran Tuhan yang harus disyukuri. Setelah seharian beraktivitas, setelah banyak kejadian melelahkan yang terjadi di siang hari, akan ada waktu dimana langit menggelap. Sang surya akan turun ke peraduannya. Cahaya terangnya kan digantikan oleh kegelapan. Kegelapan yang menenangkan. Kegelapan yang menyenangkan. Tidak hanya akan ada kegelapan disana. Bulan dan bintang akan muncul dalam kegelapan. Penghuni tetap malam yang memiliki daya tarik tersendiri. Keduanya istimewa. Tapi entah mengapa yang teringat saat mendengar kata ‘malam’ hanyalah bintang. Bukankah begitu? Hanya bintang-bintang yang bertebaran bagai salju. Hanya bintang-bintang yang bersinar bagai permata. Hanya batu-batu angkasa luar yang berpijar itu. Entah sejak kapan, bintang menjadi hal yang melambangkan keindahan – dan keabadian.

13 Stars

“Kyu, ayo bangun. Waktunya makan malam,” Sungmin mengguncang tubuh Kyuhyun yang tertidur di sofa ruang tengah dorm mereka, Super Junior. Sudah sejak 15 menit lalu Sungmin membangunkan magnae itu tapi tak ada hasilnya.

“Nanti, hyung...” Kyuhyun menepis halus tangan Sungmin di lengannya. Matanya masih terpejam, berusaha untuk tidur lagi.

“Tidak ada nanti! Setelah ini kau ada jadwal ke KTR, kan? Ayo, bangun!” Sebenarnya Sungmin tidak enak hati juga membangunkan Kyuhyun yang tertidur pulas begitu. Super Junior baru saja kembali dari Jepang, dalam rangka promo album ke-5 mereka, Mr. Simple, 1 jam yang lalu. Mereka semua lelah tentu saja, tapi yang paling tampak lelah adalah Kyuhyun, magnae yang memang gampang sakit itu.

Ne, arraseo…” kata Kyuhyun mengalah. Kyuhyun beranjak dari sofa yang nyaman menuju kamar mandi. Di cucinya muka juga tangannya lambat-lambat. Dipatutnya bayangan dirinya di cermin lama sekali lalu perlahan melangkah menuju dapur.

Dorm begitu sepi sekarang, batinnya berkata saat melewati kamar-kamar yang kosong. Dia tidak heran memang. Karena dia tahu member lain sedang sibuk di luar sana. Sebelum tidur tadi, Kyuhyun sempat melihat hyunghyung nya pamit menuju berbagai tempat. Ryeowook pergi mengurus drama musikalnya, Donghae mengunjungi ibunya, Yesung melihat perkembangan restorannya, Shindong pergi menemui yeojachingu nya. Siwon memang tidak tinggal di dorm, tapi dia tahu persis kegiatan apa yang dia lakukan sekarang. Sedang sibuk promo drama terbarunya. Sementara, Heechul sedang menjalani pelatihan militer. Yang ada di dorm sekarang hanya Leeteuk, Eunhyuk, Sungmin, dan dirinya.

Sesampainya di dapur, Kyuhyun langsung menduduki kursi kosong disebelah Sungmin. Kyuhyun bahkan merasa tidak perlu untuk meminta maaf pada hyunghyung nya yang sudah menunggu dengan sabar. Ia memakan apa yang ada di depannya lebih dulu tanpa berkata apa-apa pada hyung nya. Leeteuk, Eunhyuk, dan Sungmin hanya mengikuti teladannya. Dengan cepat, piring Kyuhyun sudah kosong. Dibawanya ke bak pencuci lalu ia pergi ke kamarnya untuk mandi.

“Kyu, jangan lupa kita ada jadwal ke KTR!” seru Leeteuk.

Arraseo. Aku berangkat sendiri, hyung,” balas Kyuhyun tanpa melihat Leeteuk. Ia masuk ke kamarnya hingga tidak terdengar lagi suaranya.

Sungmin memandang pintu kamar miliknya dan Kyuhyun yang menutup dengan prihatin. “Sudah beberapa hari ini dia seperti itu… Tidak lagi punya semangat hidup yang menggebu, bahkan untuk bermain game ataupun menjahili kita, hyung nya… Aku kasihan, juga kesal padanya! Dia bahkan tidak sadar sudah memakan racikan sayuran buatanku! Sampai kapan dia mau begitu terus?!” Sungmin mengacak rambutnya frustasi. Dia benar-benar bingung akan sikap dongsaeng kesayangannya bisa berubah drastis seperti itu.

“Semenjak dia berubah, dorm ini jadi semakin sepi…” ujar Eunhyuk. Jujur saja, dia merindukan kejahilan Kyuhyun padanya.

Leeteuk menghela napas berat. “Mau bagaimana lagi? Kalian tahu kan dia tidak bisa di nasehati sekarang. Biarkan saja dia sendiri. Sebentar lagi dia akan baik-baik saja.”

Sungmin dan Eunhyuk mengangguk mengerti. “Semoga saja begitu, hyung,” kata Eunhyuk.

Setelah itu tidak ada yang berbicara. Mereka menyantap makanan masing-masing dalam diam. Setelah selesai, Leeteuk dan Eunhyuk segera pergi ke studio KTR. Sebelum mereka keluar, mereka berpamitan pada Sungmin serta meneriaki Kyuhyun agar cepat menyusul.

Tak lama kemudian, Kyuhyun dan Sungmin menyusul pergi ke luar dorm. Sungmin tidak ikut pergi ke KTR. Dia pergi untuk mengunjungi temannya yang sakit.

Kyuhyun dan Sungmin memasuki lift yang kosong. Lantai demi lantai berlalu tidak ada percakapan yang terjadi diantara mereka. Sungmin gemas juga melihat Kyuhyun menerawang memandangi pintu seperti itu.

“Kau yakin tidak mau aku antar, hyung?” Tanya Kyuhyun tiba-tiba. Sungmin terkejut mendengarnya.

“ah, tidak usah, Kyu. Aku naik kereta saja. Aku ingin sekali-sekali mencobanya,” Sungmin tersenyum sendiri saat mengucapkan rencananya yang konyol. Sudah lama dia tidak menaiki kereta bawah tanah semenjak Super Junior semakin terkenal. Ia takut akan kehadiran ELF disana. Tapi setelah melihat Yesung dan Kyuhyun selamat setelah naik kereta bawah tanah, Sungmin menjadi tertarik.

Hyung… Aku ingin keluar dari Super Junior.”

Seketika senyuman Sungmin menghilang dari wajahnya. Ia menoleh pada Kyuhyun dengan cepat. Dipandangnya Kyuhyun seakan-akan dia tidak pernah melihat Kyuhyun dengan jelas sebelumnya.

“Cho Kyuhyun! Jangan bicara sembarangan!”

“Aku tidak bercanda, hyung! Aku bersungguh-sungguh! Kenapa hyung pikir aku main-main??!” bantah Kyuhyun.

“Pikirkan lagi, Kyu. Aku yakin kau belum memikirkannya dengan baik. Jangan asal berkata seperti itu! Itu hanya pikiran sesaat, aku yakin. Jangan sampai kau menyesal nantinya,” kata Sungmin bijaksana.

Kyuhyun memandang Sungmin tidak percaya. “Aish. Kau memintaku untuk jujur padamu! Saat ini aku berkata jujur dan kau malah tidak mempercayainya! Apa mau mu sih, hyung?? Cih. Molla!!” Pintu lift terbuka, menampakkan ruang aula apartemen mereka. Segera saja Kyuhyun berjalan cepat keluar dari lift mendahului Sungmin.

“Kyu!” seru Sungmin, tapi Kyuhyun tidak menghiraukan seruan itu. Sungmin berlari mengejar Kyuhyun, tapi tidak terkejar. Dengan cepat, Kyuhyun sudah berada dalam mobil hitam miliknya lalu mengendarainya menuju jalan raya. Sungmin menatap kepergian Kyuhyun dengan sendu. Dia tidak menyangka Kyuhyun akan berkata seperti itu. Dia bingung harus berbuat apa.

          13 Stars                                                               

Jalanan Seoul malam itu begitu lengang. Kyuhyun mengendarai mobilnya hingga kecepatannya mencapai 80 km/jam. Kyuhyun memutuskan untuk tidak menghadiri KTR malam ini. Biarkan saja dia diceramahi nanti. Toh, akhirnya sama saja. Dia juga akan diceramahi karena sudah mengatakan keinginannya untuk keluar dari Super Junior. Kyuhyun yakin Sungmin sudah melaporkannya pada Leeteuk sekarang. Yang ingin dia lakukan sekarang adalah berusaha menghindari hyung nya. Sekali saja, biarkan dia melanggar jadwalnya. Biarkan dia sendirian. Untuk sekali ini saja.

Mobil hitam itu terus melaju kencang sepanjang jalan Seoul. Kecepatannya baru melambat saat sampai di kawasan pinggir Seoul yang masih hijau. Banyak pepohonan tumbuh di sepanjang jalan. Pemandangan yang bersahabat di mata seorang Cho Kyuhyun. Segera diparkirkan mobilnya lalu turun.

Kyuhyun berjalan memasuki semak-semak yang cukup lebat. Tidak jauh dari tempat parkir mobilnya, Kyuhyun menemukan apa yang ia cari. Sebuah lapangan kecil. Tempat yang akhir-akhir ini sering dikunjunginya saat ia kesal.

Kyuhyun mengatur napasnya yang sedikit tersengal karena rasa kesalnya pada Sungmin. Ditendangnya batu-batu kerikil ditanah kuat-kuat untuk melampiaskan kekesalannya. Sementara kakinya sibuk menendang batu, pikirannya juga sibuk dengan percakapannya dengan Sungmin tadi.

Tidak kah Sungmin tahu? Kyuhyun lelah akan semua ini. Dia capek harus menjalani hidup seperti ini. Dia ingin bebas. Dia ingin  keluar!

Dia ingin keluar? Iya. Hal itu yang menjadi pikirannya selama ini.

Hanya pikiran sesaat? Aniyo. Dia yakin. Sangat. Dia tidak main-main.

Apakah dia tidak akan menyesal nantinya? … Kyu tidak bisa menjawab pertanyaan bantinnya ini. Menyesal? Mungkin saja. Sudah 4 tahun ini dia hidup di dunia dengan menyandang nama ‘Super Junior’. Selama itu hidupnya lebih berwarna… Selama itu hidupnya lebih bahagia…

Tapi sebelum bergabung pun hidupnya sudah bahagia. Benarkah? Kenapa dia tidak bisa membayangkan hal yang menyenangkan selain saat-saat bersama hyung nya?

“AISH!” Kyuhyun menendang batu terbesar sekuat tenaga hingga batu itu menghantam pohon dan hancur. Napasnya semakin tidak teratur.

Kyuhyun membaringkan tubuhnya di hamparan rumput. Matanya terpejam tapi kerutan di dahinya tidak kunjung hilang. Amarahnya tidak kunjung reda. Dia menjadi semakin bingung. Kenapa hanya ada Super Junior di kepalanya? Apakah dia benar tidak bisa hidup tanpa mereka?

Angin malam berhembus pelan. Menerbangkan helai rambutnya yang berwarna cokelat keemasan. 10 tahun lalu dia juga suka berbaring seperti ini. 10 tahun lalu lapangan itu adalah tempatnya bermain sepak bola bersama teman-temannya. Tempat yang sangat Kyuhyun sukai saat matahari bersinar terang diatasnya. Dia tidak menyangka akan menyukai lapangan ini saat gelap. Dia suka melihat bintang-bintang disini. Tidak ada tempat lain dimana bintang bersinar terang selain disini.

Saat teringat alasannya datang kesini, sebuah senyum berkembang di wajahnya. Perlahan, Kyuhyun mulai membuka matanya. Matanya yang kelam memantulkan hal yang dilihatnya di langit sana; bintang-bintang. Bintang-bintang yang indah bertaburan di atas lapangan ini. Bintang tampak jelas karena tidak ada cahaya yang lebih kuat daripada cahaya bintang-bintang itu disini.

Dulu, Kyuhyun selalu berharap akan menjadi salah satu dari bintang itu. Dia selalu berharap akan menjadi bintang yang terang…

Kini Kyuhyun sudah menjadi bintang. Dia sudah merasakan susahnya menjadi yang paling terang. Bagaimana rasanya kehilangan bintang lain yang juga berharga baginya. Apakah dia akan menyerah begitu saja sekarang??

Kyuhyun memiliki 12 hyung yang ia yakin menyayanginya. Ia memiliki ELF yang siap mendukungnya. Akankah dia bersedia melepas itu semua? Lebih tepatnya, bisakah dia melepas mereka?

TIDAK!

TIDAK BISA!

Kyuhyun sadar dia tidak bisa. Dia akan menyesal jika meninggalkan mereka. Mungkin dia lelah akan kegiatan Super Junior. Mungkin terkadang dia berselisih dengan hyung nya. Tapi justru itu yang dia nanti. Dia sadar setiap hari dia selalu menunggu saat-saat bisa menjahili hyung nya, saat-saat bisa benyanyi bersama di atas panggung, saat-saat bisa keliling dunia melihat antusiasme ELF di berbagai dunia, saat-saat dia dipuja oleh ELF.

Kyuhyun tidak akan bisa melupakan masakan buatan Ryeowook. Kyuhyun akan merindukan saat Siwon memanjakannya. Kyuhyun menyukai saat berselisih dengan Donghae hanya karena hal kecil. Kyuhyun akan merindukan Eunhyuk yang gemar dijahili olehnya. Kyuhyun akan merindukan celotehan lucu Shindong. Kyuhyun tidak bisa melupakan Sungmin, hyung terbaiknya. Kyuhyun akan merindukan Yesung yang sering bertingkah aneh. Kyuhyun tidak akan bisa menemukan leader sebaik Leeteuk.

Tentunya. Heechul, Kangin, Kibum, dan Hangeng pun tidak mungkin bisa dilupakan. Walau mereka berpisah sekarang, mereka pasti akan berkumpul lagi.

Sebuah air mata jatuh dari mata kanan Kyuhyun. Dia sadar betapa berarti Super Junior baginya.

“Kyu? Kau disana?” sebuah suara mengalihkan pikiran Kyuhyun. Kyuhyun menoleh kearah suara itu. Betapa terkejutnya Kyuhyun saat dilihatnya hyung nya mendekat kearahnya. Bukan hanya Leeteuk, Yesung, Sungmin, Shindong, Eunhyuk, Donghae, Siwon, Ryeowook, tapi juga Kibum, Heechul! Dilihatnya Sungmin berada paling depan. Heechul segera saja melewati Sungmin lalu berhadapan dengan Kyuhyun.

“Ya! Kau magnae nakal! Kau bilang kau mau keluar dari Super Junior? Enak saja kau bicara! Belum ada 1 tahun aku wamil kau sudah berkata begitu?!! Apa maumu, heh?!” Heechul langsung saja memarahinya dengan semua kosakata yang dia bisa. Sementara Kibum hanya memeluknya sekilas. Kyuhyun masih belum bisa berkata apa-apa.

“Kenapa kalian semua disini, hyung? Ada apa ini??” Tanya Kyuhyun tak mengerti.

“Kami langsung berkumpul begitu Sungmin memberitahu kalau kau mau keluar dari Super Junior,” Kibum menjawab pertanyaan Kyuhyun. Rasanya Kyuhyun tidak percaya. Mereka mau berkumpul hanya karena hal itu??

“Kalian kesini hanya karena mendengar perkataan dari Minnie hyung? Hanya itu? Kenapa nggak dari dulu aku berkata begitu ya?” celetuk Kyuhyun. Langsung saja Heechul menjitaknya.

“Auw. Sakit, hyung!” keluh Kyuhyun.

“Makanya, jangan sembarangan berkata!” kata Heechul. Kyuhyun meringis.

“tapi… bukankah, Heechul hyung sedang di pelatihan? Bukan kah kalian semua sedang sibuk??” Kyuhyun memandangi hyung nya ragu. Jangan-jangan ini hanya khayalannya. Jangan-jangan dia sudah tertidur di rerumputan. Tapi tidak mungkin. Jitakan tadi benar-benar terasa nyata dan menyakitkan.

“Sebenarnya kami semua berkumpul di KTR, Kyu.  Heechul hyung kan dapat libur 1 minggu sebelum masuk kemiliteran. Kibummie mendapat libur setelah syuting selesai. Sementara member lain.. berbohong. Kami semua sebenarnya sedang tidak ada acara hari ini untuk member kejutan padamu. Tapi kau malah mengatakan ingin keluar dan tidak datang ke KTR. Untung saja Sungmin tahu tempat ini jadi kami bisa menyusulmu,” jawab Siwon. Kedua bola mata Kyuhyun melebar tak percaya. Mereka berkumpul untuknya? Ia merasa terharu.

“Kyu, memang benar kau mau keluar?” Tanya Leeteuk serius. Kyuhyun menggelengkan kepalanya mantap.

“Tidak, hyung. Perkataanku itu jangan dipikirkan. Itu hanya pikiran sesaat,” Kyuhyun tersenyum pada Sungmin. “Maaf sudah menyusahkan kalian semua.” Kyuhyun membungkuk pada hyung nya. Hal yang jarang dilakukannya.

Sontak, semua member melongo.

“Apa kau memasukkan sesuatu ke masakanmu, hyung?” Tanya Ryeowook pada Sungmin.

“Atau jangan-jangan dia belum makan tadi?” Tanya Donghae.

“Apa kalian tidak memberinya makan, heh?” Heechul ikut berbicara.

“Kepalamu sempet terbentur ya, Kyu?” Eunhyuk meneliti kepala Kyuhyun baik-baik.

“Apa itu efek kau makan sayuran tadi ya?” Sungmin ikut berkomentar.

“Makanmu tadi terlalu cepat mungkin, sehingga otakmu tidak bekerja dengan baik,” celetuk Kibum menyakitkan.

“Dia memang memakan makanannya dengan terlalu cepat tadi,” ujar Leeteuk, mendukung pernyataan Kibum.

“Apa benar kau, Cho KyuHyun??” Yesung menunjuk Kyuhyun seakan-akan dia salah orang (?).

“Akhirnya Kyuhyun sudah menjadi anak yang lebih baik,” Siwon bersyukur pada Tuhan.

Sementara Shindong hanya diam menatap Kyuhyun tak percaya.

Kyuhyun jadi sebal melihat tingkah hyung nya yang tidak menganggap serius permintaan maafnya.

“Ya! Hyung! Kenapa kalian malah tidak menganggapku sih?! Permintaan maafnya aku tarik lagi deh!” kata Kyuhyun sebal.

Spontan semua member tertawa melihat Kyuhyun yang sebal. Mereka memeluk Kyuhyun dan mengacak-acak rambutnya.

Kyuhyun merasa senang. Ini lah dunia nya. Dunia bintang nya. Super Junior – nya. Mereka adalah keluarga. Mereka adalah bintang.

They are 13 stars  yesterday, today, forever .

*****

comment, please ^^

kamsahamnida~

Advertisements

10 thoughts on “Fanfiction: 13 Stars

  1. Lagi cari” ff brothership ketemu ff nie…
    chingu,,ff nya bagus. . Coz q suka ff brothership. . .

    buat FF yang bagus lagi ya chingu. .FIGHTING . . .GANBATE. .

    sekalian mo tanya thu foto suju yang bawah foto kapan dan di acara apa yaaa. .

    GAMSAHAMNIDA. .. ^_^

  2. seperti biasa, ff di sini itu.. ringan tapi sangat syarat akan makna.. selalu membuatku terharu dan berpikir ulang untuk bnyk hal sebagai seorang ‘fans’

Leave Your Appreciation!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s