Super Junior’s Anniversary (Year by Years)

cover

Judul               : Super Junior’s Anniversary (Year by Years)

Rating             : general

Genre              : brothership, family

Cast                 : SUPER JUNIOR

***

note: Annyeong haseyo!!! Akhirnya ff ini bisa publish. Saya memang masih terlalu pemula. Masih sangat butuh bimbingan dari reader. Aku harap reader mau membaca dan mengomentari tulisanku yang masih berantakan ini 🙂

Here is the link for this fanfict contest: Super Junior fanfiction. Vote untuk ceritaku juga kalau sempat 🙂

Happy reading, yeorobun~

***

Aku melangkahkan kaki ke dalam kamar dengan lesu. Merasa remuk di seluruh tubuh karena pelatihan intensif militer. Seketika kasur bertingkat kayu di kamar terlihat begitu menggoda. Tanpa banyak basa basi dengan teman sekamarku yang menempati kasur atas, aku langsung menghempaskan tubuhku ke kasur tipis di bawah yang menghadap ke jendela.

Kelambu tipis putih yang menutupi jendela berkibar saat ditiup angin malam. Benda langit bundar keemasan nampak jelas ketika kelambu itu berkibar.

Bulan purnama, batinku berbisik. Aku mulai menghitung mundur hingga akhirnya tiba di hari ini. Ternyata sudah mencapai tengah bulan aku tinggal di pelatihan militer. Tiga minggu sudah aku memutuskan untuk pergi mengabdi pada negara. Meninggalkan dunia selebritas. Meninggalkan keluargaku, Super Junior.

Ah, bagaimana kabar mereka sekarang? Sekilas aku mendengar berita kalau mereka akan memulai tur Super Show 5. Apa mungkin aku bisa hadir di konser perdana Super Show 5 mereka? Kurasa tidak. Aku masuk di kemiliteran tingkat 1, yang artinya harus langsung turun ke lapangan. Akan sangat susah jika minta izin tidak bertugas hanya untuk menonton konser. Aku menghela napas. Kurasa kau harus mengubur keinginanmu itu, Park Jungsu.

Angin malam perlahan mulai berhembus. Membelai wajahku dan membawa kantuk yang menjadi-jadi. Kedua mataku terasa berat dan perlahan kabut tidur mulai menguasaiku…

*

Suara hiruk pikuk perlahan terdengar ditelingaku. Cahaya mulai tertangkap mataku. Dan kesadaran menyadarkanku. Secara ajaib aku telah berada di tempat lain. Mungkin aku sedang bermimpi. Aku menolehkan kepala ke segala arah, merasa tidak asing dengan tempat ini.

Seorang staf berjalan cepat sembari menggiring kelompok artis. Mereka tampak sedikit kebingungan. Artis baru tampaknya. Pakaian mereka juga jadul banget.

“Hei, kalian, ppali! Sebentar lagi kalian tampil!” staf lain melambaikan tangan, menyuruh mereka bergerak cepat.

Ne!” jawab salah satu dari mereka dengan bersemangat… eh? Suara itu…  terdengar tidak asing..

Aku kembali menoleh pada grup yang sudah mulai menjauh itu. Aku baru menyadari kalau jumlah mereka tidak lazim. 12 orang. Pakaian mereka, aku juga sadar, begitu familiar. Perlahan aku mulai mendongak melihat wajah mereka. Jangan-jangan…

Annyeong haseyo. Leeteuk imnida.” Dia membungkuk memperkenalkan diri.

Ternyata benar! Mereka adalah kami! Super Junior masa lampau! Dan ketua itu adalah aku masa lampau!

Kepalaku kembali menoleh ke sekeliling. Ternyata aku bermimpi berada di jaman saat Super Junior debut dulu. Pantas saja baju mereka, eh, kami, terlihat jadul. Inikan masih tahun 2005.

Staf itu mengangguk. “Masuklah, Leeteuk-ssi, semuanya.”

Aku mengikuti mereka berjalan menuju backstage. Mereka berhenti berjalan karena sang MC masih berbicara. Dan disinilah puncak demam panggung muncul. Eunhyuk bolak-balik bergerak gelisah. Donghae meremas tangannya gugup. Shindong, Kangin, Sungmin terdiam. Ryeowook, yang saat itu masih baru bergabung, tampak rikuh. Siwon bolak-balik memainkan tangannya, berusaha keras menghapal gerakan karena takut lupa. Bibir Yesung bergerak-gerak melafalkan lagu. Heechul tampak yang paling santai karena sudah terbiasa tampil di depan banyak orang. Dan.. Kibum yang memandangi panggung tanpa kata. Juga.. Hankyung yang terlihat sangat antusias, tidak gugup sama sekali.

Aku tersenyum senang melihat mereka. Heechul, Hankyung, Kibum. Sudah lama sejak terakhir kali aku melihat mereka sedekat ini!

“Dan sambutlah grup yang akan memulai debut mereka hari ini di Mnet M!Countdown, Super Junior 05 !” suara sang MC terdengar menggelagar diikuti sorakan antusias penonton.

Super Junior 05 membentuk lingkaran. Aku yang disana, Leeteuk, tersenyum menyemangati.

“Ini adalah waktu yang kita tunggu, kan?” tanya Leeteuk retoris. Tapi member lain mengangguk sebagai jawaban. “Jadi, mari kita berikan yang terbaik! Kita pasti bisa!” Leeteuk meletakkan tangannya di tengah lingkaran lalu diikuti oleh member lain. “Hana, dul, set…”

HWAITING!”

Sorakan penonton semakin ramai saat Super Junior 05 naik ke atas panggung. Diantara mereka ada yang membawa papan nama bertuliskan nama Super Junior 05 ataupun Donghae, Siwon, dan Heechul. Aku mengenali mereka sebagai penggemar kami sejak kami masih menjadi trainee. Intro lagu TWINS mulai mengalun dan kami mulai menari. . .

Akhirnya TWINS selesai. Super Junior 05 kembali ke belakang panggung. Mereka semua tersenyum. Kegundahan mereka hilang. Rasa penasaran mereka terjawab. Pengorbanan mereka selama bertahun-tahun menjadi trainee terbayar sudah. Akhirnya kami resmi debut. 6 November 2005. Tanggal yang akan terus terkenang.

*

“ah.”

Tiba-tiba kabut putih mulai menyelimutiku, mengaburkan pandangan. Aku mulai berjalan mencari-cari dan saat kabut mulai menipis pemandangan lain tampak. Dorm lama kami. Aku berada di dorm lama kami. Tidak hanya aku. Semua member berkumpul di ruang santai. Duduk melingkar dan berdesakkan. Tempat ini terasa sempit karena banyaknya member yang berkumpul. Dari Leeteuk sampai Kyuhyun ada semua. Ya, aku melihat magnae itu duduk disamping Leeteuk. Anggota kami yang terakhir bergabung.

Aku ikut duduk disamping diriku. Ruangan santai ini hening. Kue tart sederhana berlilin 1 berada di pusat lingkaran. Semua memandang Leeteuk, menungguku berbicara.

“Hari ini tepat 1 tahun Super Junior debut,” Leeteuk memulai “Waktu itu memang tidak ada Kyuhyun dan nama kita masih Super Junior 05 ‘grup bongkar pasang’, tapi kini Kyuhyun sudah menjadi bagian kita dan sejak saat ia bergabung nama kita menjadi Super Junior, grup resmi.” Leeteuk menepuk bahu Kyuhyun. “Terima kasih karena kau mau bergabung bersama kami.”

Kyuhyun tersenyum lebar. Dia tidak berbicara apa pun. Rasanya sudah lama tidak melihat magnae satu itu hanya diam mendengarkan. Hanya diawal bergabung saja dia bersikap manis begitu.

“Hari ini juga hari jadi KRY yang ke-10 jam!” Yesung berkata. Ah, benar juga aku ingat. Beberapa jam yang lalu KRY baru saja melakukan pertunjukkan debut mereka di Music Bank. Hari jadi mereka sama berbeda 1 hari dengan hari jadi Super Junior.

“Yeay!” Ryeowook bertepuk keras menimpali Yesung, diikuti oleh Kyuhyun. Sementara yang lain pura-pura mencibir.

“Ya ya. Tunggulah sampai aku punya subgrup juga, maka aku akan merayakan hari jadinya setiap jam,” celetuk Kangin.

Tawa member lain langsung meledak. KRY seketika manyun mendengar celetukan Kangin.

“Kangin-ah, sebenarnya kau juga ingin punya subgrup, kan? Bilang saja!” kata Yesung. Kangin hanya tertawa menanggapi.

“Baiklah baiklah. KRY juga. Hari ini kita merayakan hari jadi Super Junior yang ke-1 tahun sekaligus KRY yang ke-10 jam,” Leeteuk berusaha menengahi. Wajah KRY berubah senang kembali.

Leeteuk menggelengkan kepala. Heran dengan sikap konyol membernya. Sementara aku mengangguk setuju. Aku tahu perasaanmu, Leeteuk. Eh, aku kan memang Leeteuk. hehehe

“Sebentar lagi jam 12, ayo bikin permohonan masing-masing lalu tiup lilin bersama.”

Semua mulai menutup mata dan menunduk hidmat. Untuk sedetik ruangan kembali hening. Tapi hanya sedetik, karena detik berikutnya suara-suara mulai muncul. Suara-suara yang tidak pernah kuingat kehadirannya.

‘aku ingin Super Junior menjadi semakin dikenal’ suara halus itu milik Sungmin.

‘aku ingin semua member sehat’ suara Kibum.

‘aku ingin semua keinginan member dapat terlaksana’ suara Eunhyuk terdengar.

‘kuharap KRY sukses’ itu Kangin.

‘akan ada subgrup untuk Kangin hyung’ suara milik Ryeowook.

‘semua member sehat selalu’ Yesung.

Super Junior semakin dikenal dan appa.. kuharap kau dapat melihat kami disana’ itu pasti Donghae.

‘kami dapat terus berkumpul seperti ini’ suara jernih Kyuhyun.

‘aku dapat kembali menari normal bersama yang lain’  Heechul.

‘berikan kesehatan untuk Heechul hyung dan ketabahan untuk Donghae’ Siwon.

‘semoga aku dapat lancar berbahasa Korea agar dapat menghibur mereka saat mereka sedih’ lirih Hankyung.

‘aku ingin kami dapat bersama sampai akhir’  Shindong.

‘berikan aku kekuatan agar dapat menopang mereka saat mereka butuh’ dan itu suaraku.

Tidak ada yang membuka mulut tapi aku dapat mendengar permohonan mereka sejelas mereka berbicara langsung padaku. Seketika dadaku menghangat karena merasa terharu dengan permohonan mereka yang tulus. Aku tidak pernah tahu permohonan mereka.

“Nah! Mari kita tiup lilinnya! Hana, dul, set…”

Serentak kami membungkuk lalu meniup lilin. Tiba-tiba Kyuhyun menarik kepalanya sambil menutup hidung dia berkata, “Ya! Heechul belum sikat gigi ya?”

Kami terdiam sedetik tapi kemudian menyadari kalau magnae itu menggunakan bahasa informal pada kami untuk yang pertama kali.

“Cho Kyuhyun! Pakai bahasa yang benar!” seru Heechul.

Aku tertawa terpingkal-pingkal melihat kejadian lama yang sudah hampir terlupa. Iya, sejak saat itu Kyuhyun mulai berani mengeluarkan tanduknya dan berubah menjadi evil magnae di hadapan kami. Ah, padahal dulu kau begitu manis.

*

Kabut kembali menggantung dan adegan berganti ke tanggal dan bulan yang sama tetapi di tahun yang berbeda. Semua member kembali berkumpul lengkap di dorm baru. Dorm yang beberapa hari lalu masih aku tempati. Dorm baru yang lebih luas tapi Kangin, Siwon dan Kibum tidak lagi tinggal bersama kami.

Kue tart cokelat berhias angka 2 ditengah dan lilih putih di sekelilingnya yang berjumlah 13.

“1 lilin untuk 1 member sesuai permintaan Tuan Cho Kyuhyun,” cibir Heechul. Aku yakin tangannya sudah gatal ingin menjitak kepala Kyuhyun tapi ia berusaha menahan diri. Kami semua menahan diri. Kami masih takut Kyuhyun akan kesakitan kalau dipukul terlalu keras. Dia baru saja pulih dari tragedi 19 April lalu yang membuat kami semua memanjakannya. Dan dia malah memanfaatkannya. Ckck. Khas Kyuhyun.

“Sudah 2 tahun berlalu sejak debut,” Leeteuk memulai bicara. “Dan banyak yang sudah terjadi.”

“Bertambah subgrup” sambung Eunhyuk.

“Bermain film bersama,” timpal Donghae.

“Dorm baru!” seru Kyuhyun, tapi kemudian ia meringis karena sudah bersuara keras. Semua member memandangnya khawatir, tapi kemudian Kyuhyun menggeleng. “Gwaenchana.”

Leeteuk menghela napas lega. “Kuharap tidak ada lagi kejadian yang tidak diharapkan di tahun mendatang.”

Berikutnya kami membuat permohonan. Permohonan semua member malam itu sama. Agar Kyuhyun diberi kesembuhan dan kejadian tanggal 19 April tidak akan terulang.

Dan berikutnya gambar berganti. 2008. Tradisi kami masih tidak berubah. Setelah pulang dari kesibukan masing-masing, kami kembali berkumpul di dorm. Kembali membahas hal yang sudah terjadi selama setahun terakhir. Penambahan subgrup, adanya Zhoumi dan Henry, Super Show 1. Aku cukup puas dengan perkembangan tahun 2008.

“Rasanya dorm tidak pernah terasa seramah ini.” Siwon menempatkan posisinya di sofa. Seakan bersiap untuk tidur.

“Tidak ada yang lebih nyaman daripada dorm sendiri~” tambah Donghae. Ah, aku ingat. Saat itu Super Junior M terbentuk. Untuk melakukan promosi, member yang terdiri dari Hankyung, Siwon, Donghae, Ryeowook, Kyuhyun, Henry, dan Zhoumi harus menetap di China selama beberapa waktu. Dorm sepiii tanpa kehadiran mereka.

“Sikap kalian itu seakan bilang Hankyung tidak mengurus kalian di China,” timpal Heechul, membuat yang lainnya tertawa.

Anio. Hankyung hyung mengurus kami dengan baik disana. Dia selalu membawakan makanan ke dorm,” Ryeowook menyangkal. Hankyung tersenyum mendengarnya.

“Aku tahu pasti berat rasanya tinggal di negara orang. Aku tidak ingin kalian merasa seperti itu. China adalah rumahku dan aku ingin kalian juga menganggapnya begitu,” Hankyung akhirnya buka suara.

“Tapi tidak peduli di negara mana aku berada, bagiku inilah rumah,” tambah Hankyung sambil lalu. Tapi semua sudah terlanjur mendengar apa yang dikatakannya dan mereka tersenyum. Tanpa banyak kata, kami tahu kami setuju dengannya. Kehangatan kebersamaan terasa membara di ruangan ini.

“Karena kita adalah satu.”

*

Hyung… aku ingin vakum dari Super Junior.”

Saat itu mendung menggantung di langit sore. Aku, Leeteuk, dan Kibum berada di balkon dorm.

Leeteuk menoleh pada Kibum, memandangnya terkejut.

“Aku ingin fokus pada akting,” terang Kibum.

“Bum-ah, kau tidak perlu melakukan itu. Kami semua tidak menganggapmu tidak berguna. Tidak ada satupun yang menganggapmu begitu”.

Kibum menggeleng. “Memang tidak ada. Tapi kehadiranku hanya akan menghambat kalian. Aku tidak bisa menyanyi sebagus Yesung hyung ataupun Kyuhyun dan Wookie. Dance-ku tidak semahir Eunhyuk hyung dan Hankyung hyung. Aku tidak bisa memimpin sepertimu.. Aku hanya bisa akting, yang juga tidak sebagus Siwon hyung atau Heechul hyung. Aku hanya ingin…, keluar mencari pengalaman…, dan kembali saat merasa pantas.”

Leeteuk terdiam. Ia bimbang. Jika ia mengabulkan keinginannya sama saja dengan mengiyakan pendapat Kibum. Baginya, Kibum tidak begitu. Ia hebat di jalannya sendiri. Tidakkah kau melihat itu, Kibum-ah? Tapi kedua bola mata hitam itu tampak tegas. Keputusannya sudah bulat. Dan Leeteuk bisa apa? Ia paling tidak bisa menolak keinginan dongsaengnya…

Aku tahu apa yang akan dikatakan Leeteuk tapi juga berharap kata itu tidak keluar.

“Berjanjilah kau akan kembali.”

Kibum mengangguk. “Ne.” Itulah saat terakhir aku melihatnya. *

“Aku… menabrak orang, hyung.”

Kangin akhirnya membuka mulut setelah selama satu jam terduduk di dorm tanpa berbicara apapun.

Aku menghela napas. “Dan kau meninggalkannya?”

Kangin hanya diam. Tapi Leeteuk tahu maksudnya,

“Kembalilah. Laporkan perbuatanmu sejujur-jujurnya,” ucapku bernada tegas. Kangin terkejut.

“Tapi nanti kau juga akan kena, hyung. Yang lain… Super Junior…”

“Tidak usah pedulikan itu dulu. Yang terpenting adalah kau. Aku tidak ingin kepolisian tahu mengenai ini setelah mereka mencari sendiri pelakunya. Akan lebih terhormat jika kau menyerahkan diri.”

Benar. Itu semua demi YoungWoon. Hingga akhirnya ia divakumkan dari kegiatan grup dan masuk wajib militer. Itu semua keputusannya. Demi dirinya…, dan Super Junior.

*

2009. Hari jadi Super Junior yang ke-4. Tidaklah seperti tahun sebelumnya. Hanya saling memberi selamat dan usai. Hanya 12 member tanpa Kibum yang sibuk dengan drama terbarunya. Tidak ada waktu untuk melakukan hal lain. Salon, Kerja, Dorm. Perlahan mulai tampak rasa lelah para member. Aku baru menyadari lingkaran mata Hankyung dan wajah tampannya yang tertutup oleh lelah. Kupikir saat itu dia kurang tidur seperti yang lain. Kupikir diamnya adalah diam berpikir khasnya. Tak kusangka ia memikirkan hal lain. Jika bisa aku ingin menahannya sekarang.

*

“Aku keluar dari Super Junior.”

Kata itu terngiang mengerikan di gendang telingaku, bahkan saat aku kembali mendengarnya sekarang, di alam mimpi ini.

Aku kembali melompati waktu. Dan kini Hankyung berdiri disana. Di depan pintu dorm dengan membawa semua barangnya. Menunduk penuh penyesalan.

“Aku sudah melayangkan gugatan. Tidak mungkin menariknya kembali.”

“Hankyung-ah.. wae?” tanyaku terbata, mewakili pertanyaan yang lain.

“Aku hanya… butuh waktu, hyung. Aku tidak bisa disini terus. Mianhae

Hyung, hajimankkojimalago…!” Ryeowook, Eunhyuk, Donghae sudah menangis sesenggukan. Hankyung menggelengkan kepalanya.

Uljima.” Hankyung kini membalikkan badannya. “Terima kasih karena kalian sudah menganggapku sebagai keluarga dan… maaf, aku tidak bisa berjalan dengan kalian lebih dari ini.” Semua berlalu cepat, Hankyung keluar dari dorm dan ia tidak pernah tampak lagi…

Tahun ini kami mencapai kejayaan juga kejatuhan sekaligus.

*

Super Junior 5th Anniversary, November 6th 2010.

Sebuah papan besar-besaran muncul menggantikan kabut. Korea University Gymnasium ramai oleh ribuan ELF yang hadir. Tahun ini Super Junior menggelar mini concert untuk merayakan hari jadinya. Kali ini bersama ELF. Dan aku senang sekali saat itu.

Saat surat dari ELF yang menggunakan 30 bahasa berbeda sampai ke tanganku, aku menangis. Terharu melihatnya. Aku mungkin hanya mengerti pada surat yang menggunakan Hangeul, tapi aku tahu semua surat itu memiliki makna yang sama. Saat itu, Siwon yang membacakan surat dengan bahasa Inggris, Sungmin yang membacakan surat berbahasa Jepang, sementara yang berbahasa China dibacakan oleh member SJM. Seandainya ada Hankyung disini, maka dia yang akan membacakannya..

Konser hari itu berlalu dengan penuh tawa dan kami kembali berkumpul, walau hanya 10 member. Hankyung, Kangin, Kibum, apakah kalian juga merayakan hari jadi kita ditempat kalian disana? Kalian akan kembali kan?

*

Tiba-tiba gelap.

Tidak ada apa pun. Kenapa ini? Seharusnya mimpiku memasuki tahun 2011, kan? Tapi semua malah gelap. Setelah dipikir, sebenarnya tidak ada kejadian yang berarti disana… hampa… Mungkin kegelapan ini yang mempresentasikan perasaanku.

Dan dalam kegelapan, wajah-wajah itu muncul. Heechul, JongWoon, Hankyung, YoungWoon, Shindong, Sungmin, HyukJae, Siwon, Donghae, Ryeowook, Kibum, Kyuhyun. Aku rindu celotehan mereka di kamarku, kebisingan mereka di dorm, keusilan yang terjadwal, senyum penyemangat mereka, masakan mereka, kebersamaan kami…

Mungkinkah kami dapat kembali ber-13?

*

HyungHyung… bangun!”

Aku menggeliat, masih merasa ngantuk. “Nanti dulu… 5 menit lagi…”

Hyung, ayo! Yang lain sudah menunggu!” suara itu terdengar tidak sabar.

“Menunggu apa? Memang ada apa?” tanyaku sembari mata terpejam, bersiap untuk kembali ke alam mimpi.

“Biarkan saja dia, Kibum. Aku bisa mengganti pidato pembuka,” sahut suara lain. Telingaku berdiri mendengarnya. Kibum? telingaku tidak sedang bermasalah kan?

“Tapi, Heechul hyung..”

Heechul? Ok, apa ini lelucon?

“Sini, biar kubantu..” sebuah suara lain yang lebih lembut muncul. Ia menepuk-nepuk tanganku. “Hyung, bangun! Kau tidak kangen padaku, ng?”

Seketika mataku membelalak dan aku langsung terduduk tiba-tiba, hingga kepalaku terasa pusing. Mataku rasanya mau copot saat melihat Kibum, Hankyung, dan Heechul berdiri di kamarku sekarang! Memandangku dengan senyum teduh.

“Kau akhirnya bangun, tukang tidur.” Kata Heechul.

“Heechul-ah, Kibumie, Hankyung..” ucapku terbata. “kalian disini?”

“Ya. Untuk merayakan hari jadi Super Junior yang ke-7” jawab Kibum.

“Kalian kembali?”

“Menurut hyung?” Tanya Hankyung balik.

Aku langsung menghambur memeluk mereka. “Gomawo, dongsaengah..”

“Nangisnya nanti saja. Kita sudah ditunggu yang lain. Ayo!” kata Heechul. Aku mengikuti langkah mereka ke ruang santai. Benar, yang lain sudah berkumpul. Kangin, Yesung, Shindong, Sungmin, Eunhyuk, Donghae, Siwon, Ryeowook, Kyuhyun. Tersenyum sembari membawa kue tart berlilin 7.

Hyung, waktunya kau berpidato!” kata Kyuhyun.

Aku tersenyum sambil memandang mereka satu persatu. “Apa lagi yang perlu kukatakan? Kalian sudah tahu apa yang akan kukatakan kan? Jadi mari kita lewati saja bagian ini, kita mulai makan saja!”

Disambut dengan sorakan huu dari yang lain.

“Kalau langsung makan sih, kita lakuin dari tadi aja..” sahut Kangin.

“Leeteuk hyung nggak asyik nih.” Kata Eunhyuk.

Dan berbagai celotehan lain. Aku hanya bisa tersenyum menanggapi. Terlalu senang dengan apa yang terjadi. Rasanya ini seperti…

“Park Jungsu… Hei, Park Jungsu, bangun!”

Aku menggeliat karena tepukan kasar itu. “eung… 5 menit lagi, Heechul-ah.”

“Siapa yang kau panggil Heechul?! Kau sedang dalam pelatihan, tuan, cepat bangun!” Seketika mataku terbuka lebar mendengar lengkingan suaranya. Cepat-cepat aku berdiri saat tersadar bahwa sekarang aku berada dipelatihan militer, bukan di dorm. Celakalah aku karena sudah berani mengulur waktu.

“Dasar tuan muda lelet,” maki seniorku. Aku hanya tertunduk saja mendengarkan. “Cepat bersiap, kau ditugaskan pagi ini!”*

Mobil tentara angkatan darat membawaku dan seorang pelatihan lain ke sebuah tempat yang tidak kuketahui.

Aku tersenyum sendiri mengingat mimpiku. Aku teringat kalau hari ini tanggal 6 November 2012. Hari jadi Super Junior yang ke-7. Ah, aku ingin mengucapkannya pada yang lain nanti. Sekalipun aku tidak bisa disamping mereka sekarang, aku ingin mereka tahu aku selalu mengingatnya.

Happy Anniversary, Super Junior ! Kita akan selalu menjadi keluarga walaupun sekarang kita terpisah. Dimanapun kita berada, kita tetap satu. Akan ada rumah yang akan selalu terbuka jika kalian pulang. Dan itu adalah Super Junior.

****

Advertisements

2 thoughts on “Super Junior’s Anniversary (Year by Years)

Leave Your Appreciation!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s