A Letter to Gift {Cho Kyuhyun’s Birthday}

a letter to gift

A Letter to Gift

Author: A. Risma W.

Note: Annyeong! Aku ikut memeriahkan hari ultah Kyu! Walau agak telat sih, tapi tetep mau publish mini FF ini! Hope you like it and please comment, i want to know your opinion about this. Thanks ^^

~~~

Saat itu adalah pertengahan musim dingin. Akhir November, kuingat jelas, sebagai hari dimana aku mengetahui keeksistesimu. Begitu indah, begitu bersinar. Dan berikutnya dalam sekejap kau sudah memerangkapku dalam pesonamu. Tidak butuh waktu lama bagiku untuk menjadi salah satu pengagummu. Aku tak pernah lagi bisa berpaling darimu setelah hari itu. Benar-benar berhenti padamu, tertuju padamu.

Anehnya, hingga kini, aku tidak pernah benar-benar bisa menguraikan alasan kenapa aku jatuh untukmu. Mungkin karena kedua mata onyx-mu yang tak pernah melepaskan objek tanpa ampun. Mungkin karena suara bass seindah beledu yang selalu membuatku terjaga saat mendengarnya. Mungkin karena sifat kekanakanmu yang terkadang muncul dan selalu membuatku tak berhenti tertawa karenanya. Mungkin karena kesempurnaan tanpa cela dalam wajahmu yang mustahil. Mungkin karena aura menyenangkan yang anehnya selalu tampak di mataku saat melihatmu. 

Apapun alasannya, itu membuat hidupku tak lagi sepenuhnya bergantung padaku. Kau, dalam skala kecil ataupun besar, telah mengambil alih di dalam hidupku. Pendapatmu terasa begitu penting, selaramu menjadi hal yang harus dipertimbangkan. Yang kau suka dan tidak berpengaruh untukku. Aku tidak pernah benar-benar memperhatikan dan memberi waktu luang untuk sebuah game. Aku tidak pernah menaruh minat pada saxophone. Tapi itu semua berubah. Semua hal yang berkaitan denganmu selalu membuatku tertarik.

Termasuk hari saat kau terlahirkan ke dunia. Aku selalu mencatat tanggal-tanggal penting dan kini tanggal kelahiranmu termasuk salah satu di dalamnya. Jika kau bertanya padaku apa angka favorite-ku, maka aku akan menjawab angka 3. Jika kau bertanya kenapa, maka aku akan diam saja. Wae? Kau tahu aku tidak suka menjelaskan. Ah, tapi kita sedang berbicara lewat tulisan, bukankah begitu? Hanya dalam goresan tulisan aku mau mengatakannya jadi sebaiknya kau baca baik-baik. 

Angka 3 adalah kau. Tanggal dimana kau terlahir ke dunia. Angka yang mengandung kedudukanmu di salah satu grup ternama dunia. 

3 Februari. Aku suka tanggal itu.

Selamat ulang tahun, Cho Kyuhyun. Selamat ulang tahun yang ke-26. Di tahun ketiga dimana aku kembali ikut merayakannya bersamamu ini, harapan ku masih belum berubah. Kuharap kau selalu sehat, tidak lagi ceroboh dalam berkendara, makan lebih banyak, terseyum lebih banyak, istirahat lebih banyak (jangan paksakan dirimu untuk hal tak berguna!), bernyanyilah dengan riang, dan… tetaplah bernafas disampingku.

Hanya ini yang bisa kutulis untukmu. Aku tahu ini tidak ada apa-apanya, aku sudah berusaha sebisaku. Sekali lagi, selamat ulang tahun, Cho Kyuhyun… , musim dinginku.

-Han Hyesoo-

Sebuah senyum tersungging lebar dari mulut yang biasa tersenyum evil itu. Cho Kyuhyun tersenyum lebar pada selembar kertas berwarna biru pucat yang berada ditangannya.  Sebuah surat singkat yang secara rutin diberikan oleh Han Hyesoo, gadis yang sudah mendampinginya selama 3 tahun ini pada hari ulang tahunnya. Surat singkat berisi penuturan hatinya. Tahun ini Hyesoo menulis surat yang cukup singkat memang.

Kyuhyun mendongakkan kepalanya saat mendengar langkah kaki yang mendekat. Sebuah senyum sekilas kembali terukir di bibirnya saat melihat sang pemilik langkah yang telah ditunggunya sedari tadi. Sementara gadis yang sejak tadi ditunggunya itu malah terbelalak heran melihat kehadiran Kyuhyun di depan lampu lalu lintas pejalan kaki menuju rumahnya. Ia terbelalak bukan hanya karena Kyuhyun dapat berdiri disana tanpa penyamaran apa pun dan masih hidup, tapi juga karena ia tahu harusnya Kyuhyun belum pulang dari kegiatan Super Junior M-nya yang semakin menggunung.

Dalam keheningan mereka berpandangan diam. Ia mengerling pada kertas kecil yang ada di tangan Kyuhyun. Itu kertas yang ia serahkan pada Yesung saat ia ke dorm Super Junior baru saja.

“Kau sudah pulang? Kenapa kau kema–”

Dalam sekejab, Kyuhyun meraih Hyesoo ke dalam pelukannya. Membenamkan wajahnya pada helai-helai rambut hitam Hyesoo. Merasakan kehangatan yang mulai menjalari tubuhnya di tengah terpaan angin malam musim dingin yang masih betah bertiup. Cukup lama kemudian, Kyuhyun baru melepaskan pelukannya. Tapi jarak mereka masih sangat dekat. Membuat Hyesoo harus mendongak untuk menatap wajah Kyuhyun. Hal yang selalu membuat jantungnya berpacu lebih cepat, tapi tidak pernah bisa ditolaknya.

“Kau tahu, aku capek karena baru saja pulang dari syuting Radio Star. Begitu sampai dorm, aku mendapati sebuah surat biru pucat sudah tergeletak di mejaku tanpa seorang Han Hyesoo yang ikut menunggu bersama surat itu. Saat membaca surat itu, betapa kecewanya aku karena hanya mendapati sederet kata yang tak lebih dari satu halaman saja.” Kyuhyun menumpahkan unek-uneknya dengan nada ketus. Hyesoo mengerucutkan bibirnya kesal mendengar penuturan Kyuhyun yang terlalu jujur. Ia memalingkan mukanya dari wajah Kyuhyun.

“Kenapa kau kemari kalau kau capek?” tanya Hyesoo dengan nada sedikit ketus. Ia kesal juga karena kerja kerasnya untuk jujur tidak dihargai apa pun. Kyuhyun menangkupkan tangannya di sekitar wajah Hyesoo. Memaksa mata cokelat itu untuk kembali bertatapan dengan mata hitamnya.

“Untuk mengabulkan salah satu harapanmu; bernafas disampingmu,” kata Kyuhyun disertai dengan senyuman lembut yang jarang dilakukannya. Wajah Hyesoo seketika merona merah karenanya.

“Aku tahu kau kecewa karena suratku yang pendek, karena itu aku sudah menyiapkan yang lain,” kata Hyesoo tiba-tiba. Kyuhyun mengerutkan keningnya heran. Tak biasanya Hyesoo bersikap begini.

“Apa?”

Sebuah kecupan mendarat mulus di bibir Kyuhyun. Cepat dan singkat. Tapi masih menyisakan rasa hangat. Kyuhyun terpaku tak percaya selama beberapa detik, tapi dapat langsung dikuasainya.

Senyum evil Kyuhyun kini terpasang di wajahnya. “Bukan seperti itu caranya mencium, Nona. Begini cara yang benar. Perhatikan baik-baik.”

Sebelum Hyesoo dapat bereaksi terhadap ucapan Kyuhyun, bibirnya sudah kembali bertemu dengan bibir Kyuhyun yang mengecup tiap sudut bibirnya dengan pelan. Memberi efek memabukkan baginya. Tak peduli kalau malam itu sudah sangat larut, tak peduli kalau mungkin saja ada orang yang lewat, Hyesoo membalas tiap kecupan Kyuhyun dengan baik. Membiarkan sang birthday boy mendapatkan apa yang diinginkannya. Saling menaut sampai masing-masing membutuhkan pasukan oksigen yang lebih.

Kyuhyun mengecup kening Hyesoo lalu tersenyum. “Ini hadiah ulang tahun yang paling indah dalam hidupku.”

Hyesoo ikut tersenyum manis lalu kembali memeluk Kyuhyun. “Selamat ulang tahun, Kyu.”

~~~END~~~

Advertisements

4 thoughts on “A Letter to Gift {Cho Kyuhyun’s Birthday}

Leave Your Appreciation!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s