Your Birthday {Han Hyesoo’s Birthday}

your birthday

Your Birthday

Cho KyuhyunHan Hyesoo

A Fanfiction by rineema

~***~

Aku memang tidak bisa berkata manis,
Tapi kuharap ini cukup untuk mewakili perasaanku

~***~

14 April 2013

“Kamsahamnida. Kalian telah bekerja dengan sangat baik.”

Namja tinggi pucat itu membungkukkan badan tegapnya berulang kali pada setiap kru yang berada disekitarnya. Senyum bangga, karena telah berhasil melakukan pekerjaannya dengan baik, terus terukir di wajahnya. Para kru syuting CF ikut tersenyum dan mengucapkan pujian yang sama untuk namja tinggi itu.

“Kau hebat, Kyuhyun-ssi.” Salah seorang kru menepuk pundaknya senang. Namja itu – Kyuhyun – hanya mengangguk hormat.

Setelahnya, Kyuhyun melangkah menuju ruang ganti miliknya. Ia mengganti sweater cokelat bergaris dengan kaus putih miliknya.

Cho Kyuhyun menyisirkan pandangannya ke sekeliling ruangan. Tidak ada orang. Dan tiba-tiba saja ia tersenyum. Ia merasa senang karena dapat menyelesaikan pekerjaannya lebih awal dari yang diperkirakannya. Itu berarti ia dapat segera bertemu dengannya.

“Kau kenapa, Kyu?”

Sebuah pertanyaan yang terdengar dari arah pintu membuat Kyuhyun terlonjak sedikit dari tempat duduknya.

“Siwon hyung!” Suara Kyuhyun terdengar sedikit lebih keras dari yang ia maksudkan untuk keluar. “Kau mengagetkanku!”

“Tidak perlu sedefensif itu, kan?” tukas Siwon enteng.

Siwon melangkah masuk ke dalam ruang ganti Kyuhyun. Ia meraih sebotol parfum Bulgari di meja Kyuhyun. “Sudah kuduga kau yang membawanya.”

“Setelah ini kau akan kemana, hyung?” Kyuhyun bertanya, mengabaikan perkataan Siwon sebelumnya.

Siwon menghela napas melihat Kyuhyun mengabaikan kenyataan bahwa ia baru saja melarikan salah satu parfum mahal miliknya.

“Setelah ini aku lanjut syuting CF yang lain. Seharian penuh nanti,” jawab Siwon.

“Oh.”

Kyuhyun mengangguk-angguk mengerti sembari mulai berjalan kesana kemari mengambil barang-barangnya yang berserakan. PSP, buku diktat kuliahnya, laptop ia masukkan ke dalam tas tanpa mengeluh ataupun menyuruh Siwon untuk membantunya. Siwon memandangi tingkah Kyuhyun yang tidak biasa itu dengan heran.

“Kau kenapa, Kyu? Sedang senang?”

“Aku baru saja menang bermain game di PSP,” jawab Kyuhyun sambil lalu.

“Oh.” Giliran Siwon yang mengangguk-angguk paham, tapi matanya tak lepas dari gerak gerik Kyuhyun yang sedang terlalu senang. “Bukannya mau bertemu dengan Hyesoo?”

Gerakan Kyuhyun terhenti, mendengar perkataan Siwon. Dengan keheranan, ia memutar tubuhnya ke arah Siwon.

“Bagaimana hyung tahu?”

Siwon tersenyum. “Siapa lagi yang bisa membuat Cho Kyuhyun seperti ini?”

Kyuhyun hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal sebagai jawaban. Hyung-nya yang satu ini selalu tahu.

“Kalau begitu aku keluar dulu. Sampaikan salamku untuknya, ya.” Siwon berjalan menuju pintu dan tepat meraih gagangnya ketika tiba-tiba berhenti lalu menoleh pada Kyuhyun lagi. “Lagipula kau tidak mungkin memainkan PSP-mu, Kyuhyun-ah. Baterainya habis karena aku mainkan.”

Siwon segera menutup pintu dan kabur sambil tertawa menang, tepat saat Kyuhyun berteriak murka.

“Ya! Choi Siwon! Kemari kau!!”

~***~

Langkah-langkah Kyuhyun menapak pasti di jalan-jalan yang ia lewati. Ia tampak begitu nyaman berada diantara orang-orang yang berlalu lalang dengan kacamata hitam produksi Y Style dan topi hitam yang membuatnya tidak mencolok di antara warna warni bunga musim semi dan orang disekitarnya.

Magnae Super Junior itu sedang berjalan di taman tengah kota Seoul, tempat ia –memaksa –Hyesoo berjanji untuk bertemu dengannya disana. Memaksa karena Kyuhyun tahu, Hyesoo tidak suka menunggu diantara keramaian. Tapi toh ia berhasil membuat yeoja itu mengiyakan juga. Kyuhyun memutuskan untuk pergi ke tempat yang telah ditentukannya tanpa perlindungan mobil Hyundai hitamnya. Tempat ini tidak jauh dari tempat ia syuting tadi. Ia juga memutuskan untuk datang lebih awal dari yang ia tentukan – mungkin tepat waktu.

Dari kejauhan, tepat di jantung taman kota, Kyuhyun dapat melihat yeoja berambut panjang itu duduk di bangku taman. Memakai kaus putih dan celana jeans dengan rambut terurai, yeoja itu memperhatikan orang-orang yang berlalu lalang.

Kyuhyun berhenti tepat di balik tembok tinggi yang berada dekat dengan bangku taman tempat yeoja itu duduk. Memaksudkan diri agar tidak terlihat oleh yeoja diseberang sana, Kyuhyun mengintip dari balik sisi tembok. Bukan karena apa-apa. Kyuhyun hanya ingin melihat yeoja itu lebih lama, dan ia tahu hanya ini waktunya.

Han Hyesoo. Yeoja itu.

Yeoja yang sudah selama tiga tahun ini ada disekitar Kyuhyun – ah, tidak, yeoja itu ada di dalam diri Kyuhyun. Karena sering sekali Kyuhyun merasa seperti sedang melihat dirinya sendiri saat ia melihat Hyesoo. Ia sudah sangat mengerti yeoja itu seperti ia mengerti dirinya sendiri.

Han Hyesoo sama sekali tidak suka jika diperhatikan tingkahnya terus menerus.

Oleh karena itu, Kyuhyun memutuskan untuk bersembunyi di balik tembok untuk memerhatikan yeoja itu, alih-alih duduk disampingnya dan memandangi yeoja-nya sepuas hatinya. Sifat itu tidak pernah berubah, bahkan untuk Kyuhyun, kekasihnya, ataupun Hana, saudari kembar Hyesoo. Sifat ini selalu mendapatkan protes dari Kyuhyun yang selalu tidak diacuhkan oleh yeoja penyuka warna biru itu. Tapi, tentu bukan Kyuhyun namanya jika ia tidak dapat mencari jalan tengah. Tanpa sepengetahuan yeoja itu, Kyuhyun sudah sering mengamati yeoja itu dari jauh. Melihatnya terus menerus tanpa pernah bosan, hingga ia tidak akan menyadari jika suatu hari nanti wajah kesukaannya itu akan menua, saking seringnya ia mengamati.

Tentu saja, alasan itu tidak pernah Kyuhyun beritahukan pada Hyesoo. Yeoja itu dipastikan akan tertawa mendengarnya, walau dalam hati, Kyuhyun tahu, yeoja itu suka akan kata itu. Profesinya sebagai penulis membuatnya bergelut dengan kata-kata manis seperti itu, tapi entah mengapa ketika mendengar langsung, Hyesoo akan tertawa. Dan harus Kyuhyun akui, ia suka melihat tawa lepas yang jarang keluar dari bibir mungil itu, meski tawa itu sesungguhnya berarti ejekkan untuknya.

Han Hyesoo. Kyuhyun masih dapat mengingat jelas hari dimana ia bertemu dengan yeoja itu. Di hari bersalju, dimana orang-orang akan berlomba mencari perlindungan, yeoja itu malah berdiri disana. Menengadah menatap langit. Menyambut tiap bulir salju yang turun.

Awalnya, saat Kyuhyun melihatnya dari jauh, Kyuhyun menganggap kalau yeoja itu aneh.

Tapi, ketika ia berada di jarak dekat untuk dapat melihat wajah orang aneh itu dengan jelas, Kyuhyun tidak dapat mengeluarkan kata-kata pedas yang sedari tadi siap ia keluarkan untuk menghardik yeoja itu. Seketika ia merasa waktu telah berhenti. Ia terpaku memandangi wajah yang tersenyum kecil kepada langit itu. Ia terjebak dalam binar mata cokelat itu. Melihatnya membuat Kyuhyun merasa… penuh.

Sejak saat itu, Hyesoo telah menjadi awal dan akhir harinya.

Memerhatikannya menjadi hal terpenting setiap harinya. Dan Kyuhyun pun sudah sangat mengerti sifat-sifat Hyesoo yang memang aneh.

Kyuhyun tersenyum kecil sembari memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celananya ketika ia melihat Hyesoo mengeluarkan ponselnya dari dalam tas kecil yang tersampir di pundaknya. Ya. Kyuhyun tidak akan lupa pada kebiasaan yeoja itu saat menunggu.

Han Hyesoo, saat menunggu, akan lebih suka mendengarkan musik dengan earphone putihnya. Disaat seperti itu, yeoja dingin itu akan bersikap lebih ekspresif. Ia dapat tersenyum dan menangis karena mendengarkan lagu, hal yang jarang dilakukannya saat normal. Han Hyesoo suka melantunkan lagu yang didengarnya sekali pun dengan lirik yang salah, karena ia bergantung penuh pada indera pendengarannya. Tampaknya yeoja itu sedang melakukan kegemarannya sekarang.

Kyuhyun segera mengeluarkan ponsel miliknya dan menekan speed dial nomor lima. Dilihatnya di seberang sana, Hyesoo terkejut. Hyesoo langsung melepaskan earphone-nya lalu menempelkan ponselnya ke telinga.

“Kau dimana?” Kyuhyun mendengar Hyesoo menggerutu pelan dengan kata-kata yang terdengar seperti “sopan sekali”. Membuat cengiran di wajah Kyuhyun semakin lebar.

“Ya! Han Hyesoo! Aku bertanya!”

“Harusnya aku yang tanya, Cho,” jawab Hyesoo sedikit ketus. Cho adalah kata yang biasa ia keluarkan untuk Kyuhyun saat ia kesal pada namja itu. Walau begitu, Kyuhyun dapat melihat senyum mengembang di bibir yeoja itu dan Kyuhyun senang saat tahu itu disebabkan olehnya.

“Apa itu? Bukankah kau sedang marah? Kenapa malah tersenyum?”

Kalimat itu sukses membuat Hyesoo terkejut. Senyumnya langsung menghilang.

“Ah, setelah dipikir-pikir kau lebih bagus tersenyum, Nona Han. Kau tampak mengerikan dengan rambut lebat yang berantakan tertiup angin musim semi,” Kyuhyun selalu menikmati saat-saat menjahili yeoja itu. Hyesoo langsung saja berdiri dan mencari-cari keberadaan Kyuhyun disekitarnya.

“Hei, Cho, kau sudah di taman, kan? Dimana kau? Jangan bersembunyi!”

Kyuhyun hanya tertawa sebagai jawaban. Membuat Hyesoo semakin kesal. Suara tawa evil itu mengejek, tapi tetap saja terdengar merdu bagi Hyesoo. Salah satu hal bodoh yang akan langsung tercetus dikepalanya ketika mendengar suara namja itu disekitarnya.

“Cho Kyuhyun, kau dimana?” tanya Hyesoo lagi. Ia tidak dapat melihat keberadaan Kyuhyun disekitarnya.

Kyuhyun berhenti tertawa dan sekarang mengamati yeoja itu lekat-lekat untuk waktu yang cukup lama.

“Kyuhyun?”

“Kau pulang saja. Aku sudah ada jadwal,” kata Kyuhyun tiba-tiba. Membuat Hyesoo terkejut.

“Mwo?”

“Kau pulang saja,” Kyuhyun mengulang, “Pastikan kau sampai rumah dengan utuh.”

“Hei –”

Kyuhyun menutup panggilan sebelum Hyesoo sempat melontarkan protes apapun.

Hyesoo menatap ponselnya tak percaya.

“Apa-apaan dia? Seenaknya sendiri! Sampai di rumah dengan utuh, katanya? Aku bisa menjaga diri sendiri, terima kasih!”

Hyesoo bersungut kesal dengan dirinya sendiri dan langsung pergi dari taman dengan muka tertekuk. Sementara Kyuhyun masih bertahan untuk berada dibalik tembok memerhatikan Hyesoo yang pergi dengan rasa kesal. Kyuhyun meringis sendiri mendengar cara yang digunakannya untuk menyuruh yeoja itu pulang. Tidak ada manis-manisnya sama sekali. Tapi manis memang tidak pernah satu jalan dengan seorang Cho Kyuhyun.

Ia merasa agak bersalah juga karena sudah mengusir yeoja itu. Kyuhyun juga sebenarnya belum merasa puas memandanginya. Tapi melihat wajah yeoja itu mengingatkannya akan hari esok. Hari yang akan tiba dalam kurun waktu kurang dari 24 jam lagi.

Besok,  15 April 2013, adalah hari ulang tahun yeoja itu.

Dan Kyuhyun belum menyiapkan apapun untuk yeoja itu.

Tidak. Hyesoo tidak meminta hal-hal aneh pada Kyuhyun. Bahkan sebenarnya ia tidak pernah meminta apapun yang bersifat materi pada Kyuhyun. Yeoja itu sudah dapat menghidupi dirinya sendiri tanpa bantuan Kyuhyun, membuat dua ulang tahunnya yang lalu hanya dilewatkan tanpa kado apapun dari Kyuhyun.

Tapi kali ini berbeda. Kyuhyun ingin sekali memberikan sesuatu untuk yeoja itu. Ingin memberikan kejutan untuknya.

Ia paham akan sifat yeoja itu yang tidak menyukai hal-hal yang terlalu mewah dan terlalu romantis, sehingga meminta saran ke Donghae atau Siwon tidak akan ada gunanya untuk hal satu ini.

Kyuhyun melangkahkan kakinya menjauhi jantung taman kota. Pikirannya berkecemuk sekarang. Otaknya memutar berbagai fakta tentang yeoja-nya, berusaha mencari celah untuk ide kejutan untuk yeoja-nya.

Han Hyesoo adalah yeoja yang bertindak berdasarkan feeling-nya. Ia bisa saja berkata sedang ada urusan padahal sebenarnya sedang di kamarnya, membaca novel Harry Potter, hanya karena ia sedang tidak ingin keluar rumah. Jenis yeoja yang melakukan sesuatu berdasarkan kata hatinya. Tiba-tiba bersikap dingin, detik berikutnya ia bisa saja tertawa-tawa mendengar lelucon disekitarnya. Ia suka memerhatikan orang, tapi tidak suka diperhatikan tingkahnya. Ia orang yang lebih suka mendengarkan daripada berbicara.

Kyuhyun memasuki mobilnya dan duduk disana sambil tetap membeberkan fakta-fakta Hyesoo dalam kepalanya.

Han Hyesoo… suka pada hujan, bintang, dan pemandangan hijau. Ia menyukai warna biru, bukan hanya fakta bahwa dia ELF, tapi dia memang menyukai warna itu sejak awal. Yeoja itu menyukai novel dan hal berbau sastra. Hyesoo menyukai musik klasik beserta instrument wajibnya, yakni piano dan biola. Hyesoo menyukai salju.

Yeoja itu suka mengirim surat untuknya saat ia berulang tahun. Menuliskan banyak hal disana dengan kata-kata indah. Yeoja itu tidak suka banyak bicara jika tidak diperlukan. Dan, Kyuhyun tersenyum pada pemikirannya sendiri, tentu saja yeoja itu menyukai Super Junior. Menyukainya. Hyesoo suka mendengarkan lagu, terutama, walau tidak pernah diakuinya, lagu-lagu yang dinyanyikan oleh Kyuhyun.

Walau Hyesoo tidak pernah menyebutkannya, tapi Kyuhyun dapat melihat ekspresi takjub dan suka itu muncul dari wajah Hyesoo ketika mendengar ia bernyanyi, baik secara digital ataupun langsung. Hampir semua lagu-lagu yang pernah dinyanyikan Kyuhyun telah ada dalam wujud file lagu dalam folder khusus di ponsel Hyesoo. Kyuhyun ingin sekali melihat ekspresi takjub itu lagi, walau mungkin akan sulit. Ditambah fakta bahwa yeoja itu sedang marah dengannya, Kyuhyun harus memutar otaknya untuk membuat yeoja itu terpesona sekaligus memaafkannya.

Kyuhyun mengacak rambut kecokelatannya dengan sedikit geram. Ia harus punya ide.

Dalam keputus asaannya, Kyuhyun memutar kunci mobilnya dan menjalankannya menuju dorm Super Junior.

~***~

15 April 2013

Sinar matahari masih tampak lemah menyinari permukaan bumi, ketika yeoja itu terbangun dari tidurnya. Untuk beberapa detik, ia masih berbaring di kasurnya yang nyaman, berusaha mengumpulkan kembali kesadarannya. Ponselnya yang berdering tiba-tiba membuatnya sedikit terlonjak. Ia menggerutu kecil ketika teringat bahwa ia telah lupa menonaktifkan nada dering ponselnya sebelum tidur. Pasti nada dering ponselnya yang telah membuat ia bangun lebih awal dari biasanya.

Han Hyesoo meraih ponselnya dan mendapati belasan pesan masuk di dalamnya. Dari member Super Junior dan juga teman-temannya. Semua mengucapkan hal dan harapan yang sama untuknya; agar ia bahagia di hari kelahirannya.

Hyesoo menghela napas ketika telah selesai membaca semua pesan di ponselnya. Bagaimana bisa ia bahagia jika tidak ada satupun dari pesan masuk itu berasal dari namja menyebalkan itu? Namja yang tidak menghubunginya sama sekali sejak pengusirannya yang halus kemarin. Namja menyebalkan dan suka seenaknya yang bernama Cho Kyuhyun itu, Hyesoo tahu, jelas bukan tipe orang yang akan mengucapkan kata  ‘maaf’, tapi Hyesoo tidak menyangka namja itu akan melewatkan ulang tahunnya begitu saja. Namja menyebalkan.

Ting.. ting..

Hyesoo tersentak ketika ia mendengar alunan lembut denting piano. Denting itu begitu pelan tapi tedengar sangat jelas setelah Hyesoo memfokuskan pendengarannya pada nada yang sangat dikenalnya itu.

Siapa yang memainkan alunan musik yang begitu indah di pagi buta?

Bagai terbius, Hyesoo langsung meluncur turun dari kasurnya dan melangkah mengikuti arah suara dentingan itu. Tanpa sadar, ia telah melangkah ke luar rumah, menuju kebun kecil miliknya yang masih berembun, dan ia berhenti. Terbelalak memandangi sesosok orang berdiri tegak di tengah kebun hijaunya.

Cho Kyuhyun.

Berdiri disana menggunakan jaket hitam dalam usahanya menghalau dinginnya udara pagi hari. Di depannya, berdiri dengan penyangga, keyboard putih yang biasa bertengger anggun di pojok ruang santai dorm lantai sebelas Super Junior. Jemari panjang Kyuhyun menari-nari diatas tutsnya, memainkan not Nothing Better dengan sangat baik. Mata namja itu tertutup, menunjukkan bahwa ia sangat menikmati apa yang sedang ia lakukan. Penampilan namja itu membuatnya semakin tampan.

Hyesoo terlalu terkejut untuk menghentikan aksinya yang masih terpana memandangi pemandangan indah didepannya.

Tepat ketika nada itu berakhir, Kyuhyun membuka kedua matanya, seakan dapat merasakan kehadiran Hyesoo. Mata hitam Kyuhyun langsung menatap ke dalam mata kecokelatan Hyesoo. Tanpa melepas pandangannya, seakan ia telah terkunci dalam mata itu, Kyuhyun memulai lagi menekan tuts. Kali ini dengan nyanyian yang ikut keluar dari bibirnya. Hyesoo tersentak ketika ia mengenali lagu yang Kyuhyun nyanyikan. Lagu kesukaannya. Lagu yang tidak pernah Hyesoo duga akan dinyanyikan oleh Kyuhyun.

olmana gidaryeowanneunde
eolmana apanneunde
oraetdongan siganui heunjeongmankeum
nan neoreul geuriwo haenneunde
jichin balgeoreumeun eoneusae ni gyeote
nal deryeowasseo amugeotdo amuildo motalgeol almyeonseo
neol saranghandaneun mal
neul gaseumeuro oechyeotdeon mal
neol saranghandaneun mal
ni dwieseoman doenoeyeotdeon mal
neol saranghandaneun mal
daranalkka hal su eomneun mal
saranghanda geobi nal mankeum neol saranghanda
bamhaneul su noheun byeolcheoreom hangsang bol sun itjiman
dagagalsudo manjilsudo eobtjanha nae mogsingabwa neol jikyeoboneunge
maeil neol gidaryeo eoneusae gidaehae miryeonhalmankeum
nae kiboda keojyeobeorin neol hyanghan baraemdeul
neol saranghandaneun mal
neul gaseumeuro oechyeotdeon mal
neol saranghandaneun mal
ni dwieseoman doenoeyeotdeon mal
neol saranghandaneun mal
daranalkka hal su eomneun mal
saranghanda geobi nal mankeum neol
gobaekhanda oneul mankeummaneun saranghae
dan harureul sarado nigyeote itgo sipdago
gobaekhalge ijeneun malhalge neol saranghae

Kyuhyun tersenyum puas setelah nada terakhir telah selesai berdenting. Ia telah berhasil mengungkapkan perasaannya. Kyuhyun memandangi Hyesoo dan melihat tatapan itu. Tatapan takjub Hyesoo. Ia telah menang.

Setelah memutar otak seharian kemarin, Kyuhyun teringat pada lagu ini. Even If I Live Just One Day. Lagu yang muncul dua tahun lalu dan dibenci setengah mati oleh Kyuhyun karena lagu ini berhasil membuat Hyesoo berpaling dari lagu-lagunya selama beberapa minggu.

Tapi, kali ini, Kyuhyun yakin, Hyesoo tidak akan melupakan lagu ini dalam versi Kyuhyun.

Kyuhyun mengulurkan tangannya, menggapai Hyesoo, dan menariknya dalam pelukan. Yeoja itu terasa hangat di pelukannya. Ia tampak manis walau dalam balutan piyama putih dan rambut yang masih berantakan.

Perlahan, jemari Kyuhyun menyisiri rambut hitam itu. Bau menenangkan yeoja itu menguar lembut. Dan tanpa bisa ditahan, Kyuhyun menunduk mengecup bibir ranum Hyesoo pelan.

“Aku memang tidak pandai berkata manis,” Kyuhyun tersenyum simpul, “yang bisa kukatakan sekarang hanyalah: Selamat ulang tahun, Soo-ya.”


Even if I can only live for one day
 Do you know how much
 I miss you and how much my heart aches
 I miss you so much, through the ravages of the passage of time
My tired footsteps bring me to your side, unknowingly
 Even though I know there’s nothing I can do for you.
“I love you” – words
 I keep shouting in my heart
 “I love you” – words
 I can only whisper behind your back
 “I love you” – words
 that I can’t speak for fear they will disappear
 I love you so much it scares me
Like the galaxy of stars in the night
 Within my sight but out of my reach and touch, Watching over you is my duty
Waiting every day till it becomes an obsession
 Expectations of you rising above my height
“I love you” – words
 I keep shouting in my heart
 “I love you” – words
 I can only whisper behind your back
 “I love you” – words
 that I can’t speak for fear they will disappear
 I love you so much it scares me
 I have to confess my love for you today
Even if I can only live for one day
 Now I’m going to confess, I’m going to say “I love you”.

(Even If I Live Just One Day – Translate)

~END~

Advertisements

10 thoughts on “Your Birthday {Han Hyesoo’s Birthday}

  1. halo adikku sayang~~~~
    YAK!!! kau trnyata suka kyu eoh? *pout*
    aissh, aku request kyu tapi cewenya bukan kau boleh tidak? *diinjek*

    yah, bayangkan saja yeonmin itu kau *diinjek sampe tipis*

    1. hai juga kakak~
      ya! tidak bisa, tidak bisa
      kalau kyu itu khusus buat aku aja
      dan yeon min terlalu imut untuk jadi aku *plak

      lagian aku masih ada utang FF yonghwa juga buat kau, kakakku sayang, masa tega mau ditambah lagi? *pout
      harusnya kakak dong yg buatin adik tercintanya ini sebuah FF, hehe. hitung-hitung sebagai hadiah ultah yg tertunda gitu *plak ><

      1. boleh saja tp tidak boleh kyu, *smirk*
        ah ya, kau bisa ilih aja mau buatin kyu-min atau yong-hee tp pngen bgt sih kyu-min u,u

Leave Your Appreciation!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s