Summer Inspiration

summer inspiration

Summer Inspiration

A Fanfiction by rineema

Cho KyuhyunHan Hyesoo

stared: Han Hana

~***~

Note: Annyeong! Kali ini aku datang lagi dengan KyuSoo couple. Ini FF terakhir sebelum aku hiatus sebentar untuk belajar mempersiapkan UAS *huft*

FF ini bisa dibilang curhatan author diantara tugas yang memang menggunung *lirik tugas*

Sesudah UAS mungkin aku akan datang dengan couple baru *tunjuk Han Hana* Well, segitu saja, dan please comment to respect this FF. Thanks!

~***~

Siang itu sangat cerah – jika tidak ingin dikatakan sangat panas.

Ya, siang itu sangat cerah.

Matahari berada di titik dimana ia dapat menebarkan sinar panasnya dengan leluasa. Membuat setiap bayangan berada tepat di bawah sang pemilik tubuh. Angin yang bertiup cukup kencang menandakan kedatangan musim kemarau yang begitu cepat. Orang-orang yang berada di jalan, yang memakai baju pendek-pendek seakan telah kekurangan bahan untuk dijahit, semua berjalan di bawah sinar matahari dengan suka cita. Menikmati kedatangan sang surya setelah berbulan-bulan mereka diterpa cuaca dingin tak menentu.

Semua orang menikmati hari yang cerah itu. Semua kecuali satu.

Laki-laki itu menatap hawa panas dibalik jendela mobil mungilnya dengan sinis. Hawa yang bahkan tampak seakan menguar keluar dari balik bangunan, bukannya dari benda bersinar yang ada di langit sana. Kaus putih favoritenya yang ia pakai dalam usaha menepis hawa panas tampak sia-sia saja kali ini.

Cho Kyuhyun harus mengakui. Ia tidak suka musim panas dan hal-hal didalamnya.

Musim panas berarti lebih banyak produksi keringat yang akan dikeluarkan tubuhnya. Dan itu berarti bencana. Sebagai salah satu entertainer Korea Selatan yang sedang naik daun, sudah kewajiban baginya untuk selalu menjaga penampilan. Ia tidak ingin tampak buruk saat difoto wartawan, yang benar saja! Dan musim panas biasanya akan selalu mengacaukan penampilannya.

Musim panas berarti hawa panas akan terus menguar dalam kamar walau kau sudah memakai pendingin ruangan dengan suhu minus sekali pun. Jika musim dingin, ia akan bisa mengatasi dengan memakai baju berlapis. Tapi jika musim panas? Apa yang bisa dilakukannya jika ia tetap merasa panas ketika ia sudah membuka semua lapisan pakaiannya?

Musim panas juga berarti tumpukan tugas baru yang menanti. Bukan. Bukan kegiatan entertainment yang dimaksud. Jadwal entertainment pria pucat itu memang selalu menumpuk. Tidak peduli saat musim apa pun. Walau mungkin memang biasanya akan semakin menumpuk jika mendekati pertengahan tahun.

Tapi kali ini bukan tentang dirinya. Yang ia maksudkan adalah tugas yang dibebankan pada gadis itu. Gadisnya. Han Hyesoo.

Hingga kini, Hyesoo masih terdaftar sebagai salah satu mahasiswa di universitas kebanggaan Korea Selatan. Universitas yang juga dibanggakan Kyuhyun karena itu merupakan universitas tempat ia mengemban ilmu sarjana pertamanya dulu, Kyunghee University.

Gadis itu mengambil jurusan Bahasa dan kini tengah diributkan oleh masalah yang selalu dihadapi mahasiswa, tugas menumpuk menjelang musim panas.

Lalu Kyuhyun datang kerumahnya untuk menenangkan gadis itu.

Kyuhyun melangkahkan kakinya keluar dari mobil ketika sudah sampai di depan rumah kecil dengan taman hijau itu. Rumah yang sudah sangat ia hapal detilnya sehingga ia tidak perlu berhenti untuk mengagumi bagaimana bunga-bunga itu masih dapat hidup di cuaca panas seperti ini. Tapi Kyuhyun menghentikan langkahnya di tengah taman ketika melihat sosok berambut kemerahan keluar dari rumah mungil itu. Sosok yang sangat mirip dengan gadisnya. Sosok itu tersenyum kecil ketika melihat Kyuhyun di tengah tamannya.

“Akhirnya kau datang,” katanya.

Kyuhyun terdiam, memandangi sosok kecil berambut panjang itu dengan tatapan menyelidik. “Kau mau pergi?”

“Aku ada janji dengan Kibum.”

“Jadi itu maksudmu, hm? Memintaku datang kemari untuk menemani saudari kembarmu sementara kau sendiri pergi dengan Kibum? Rencana yang hebat, Han Hana,” Kyuhyun mencibir pelan pada tingkah kekanakan orang di hadapannya.

Hana memutar bola matanya mendengar cibiran itu, “Aku yakin Hyesoo hanya butuh seonbae satu universitasnya saat ini, bukan aku. Lagipula –”

“ – Kibum tidak bisa menunggu,” lanjut Kyuhyun. Tentu saja ia masih hapal dengan hyungnya yang satu itu. Sifat mereka ‘kan hampir sama. Dan agaknya hal itu membuat Kyuhyun sedikit melunak. “Sampaikan salamku untuknya. Dia itu, sudah dua bulan tidak ke dorm.”

Hana menghitung cepat dalam hati, “Benar juga. Sudah dua bulan berlalu sejak terakhir kali kita berkumpul. Pantas saja aku sudah merindukannya.”

Kyuhyun hanya mampu memutar bola matanya untuk menimpali perkataan menggelikan itu.

“Awas kalau kau macam-macam dengan Hyesoo,” Hana tiba-tiba berkata sembari memberikan pandangan mautnya. “Temani saja dia. Jangan macam-macam,” ancamnya lagi.

Kyuhyun menghela napas jengkel pada sikap berlebihan saudari kembar Hyesoo ini. Memang apa yang akan dilakukannya pada gadisnya? Hyesoo masih ‘gadis’nya dan batasannya jelas sekali antara ‘gadis’ dan ‘wanita’ bagi Kyuhyun. “Bagaimana kalau kau langsung pergi saja, Han Hana?”

Hana melirik sekilas pada jam tangan di pergelangan kirinya dan memekik. “Oh, tidak! Aku terlambat!” Dan ia pun segera melesat pergi tanpa mengucap apa-apa lagi.

Kyuhyun kembali berjalan menuju rumah mungil itu dan langsung membuka pintu cokelatnya. Warna-warna tertangkap oleh mata hitamnya ketika melangkah semakin jauh menuju ruang tengah rumah ini. Suasana rumah begitu tenang dan adem dikarenakan pemilihan warna yang begitu tepat. Kesan aman selalu Kyuhyun temukan ketika ia memasuki rumah kedua saudari itu.

Dan disanalah dia. Kyuhyun akhirnya tiba di ruang tengah dan ia melihat gadis itu sedang merebahkan dirinya di sofa peach seukuran tubuhnya. Rambut hitam panjangnya di gelung tinggi. Kaus putih longgar dan celana hitam pendek menjadi pakaian andalannya kali ini. Diantara kedua tangannya, terentang buku Harry Potter seri ketujuh yang sudah dibaca hingga setengah, padahal –Kyuhyun melirik dari ekor matanya– tugas musim panasnya belum tersentuh sama sekali.

Syndrome malas sedang melanda gadis ini lagi.

Kyuhyun menapak pelan pada karpet halus di ruang tengah, menuju sofa tempat Hyesoo berada, lalu menjulurkan kepalanya di atas kepala gadis itu.

“Apa yang sedang kau lakukan, Nona?”

Hyesoo tampak seakan ia sedang melihat hantu. Jemarinya tergelincir dari buku setebal 700 halaman itu – dengan sukses menimpa perutnya – dan memekik pelan. Buru-buru ia mendudukkan tubuhnya di sofa.

“Ya! Cho! Apa yang kau lakukan disini!” Hyesoo berseru marah, merasakan jantungnya memompa darah lebih cepat karena kehadiran tiba-tiba pria itu.

Kyuhyun tersenyum evil melihat reaksi Hyesoo.

Well, aku kesini untuk melaksanakan satu hal: membuatmu mengerjakan tugas,” kata Kyuhyun enteng.

Hyesoo, setelah kekagetannya memudar, kini memandangi Kyuhyun bingung selama beberapa detik. Tapi kemudian pemahaman menghampirinya ketika teringat sesuatu. “Jika kau kemari karena permintaan Hana itu, maka percuma saja. Aku sedang tidak ingin,” jawabnya tak kalah enteng dengan Kyuhyun.

Hyesoo mengambil kembali buku Harry Potter miliknya lalu melanjutkan membaca. Kyuhyun duduk di sebelah gadis itu dengan pandangan heran.

“Kau tidak bosan membaca buku itu? Sudah berapa kali aku melihat kau selalu membacanya. Seratus kali, mungkin?”

Hyesoo mendengus kecil mendengar lelucon tak lucu milik pria tinggi disampingnya. “Aku belum bosan. Dan seingatku aku baru membaca buku ini sebanyak enam kali.”

“Menurutku itu saatnya kau sudah merasa bosan,” Kyuhyun mengambil buku di tangan Hyesoo, “ Seharusnya kau sedang membuat tugasmu sekarang,” kata Kyuhyun.

“Seperti yang kubilang tadi, aku sedang tidak ingin mengerjakannya,” tukas Hyesoo. Ia mengambil kembali buku miliknya lalu mulai merapat pada sisi kanan sofa. Tidak menghiraukan Kyuhyun yang memandangnya horor.

“Nona Han, ini bukan waktunya untuk bermalas-malasan.”

“Tuan Cho, aku tidak sedang bermalas-malasan.”

“Lalu apa itu namanya?” Kyuhyun menunjuk buku Harry Potter, “Membaca disaat ada tugas yang harusnya kau kerjakan? Kau mahasiswi Kyunghee. Kau tahu bagaimana jadinya kalau nilaimu jelek.”

“Dan kau tahu persis jurusan apa yang kuambil, ‘kan, Kyu?” Hyesoo menurunkan bukunya dan menatap Kyuhyun jengkel, “Tugas musim panasku adalah membuat novel dan aku sedang mencari inspirasi, kalau kau mau tahu.”

Kyuhyun terdiam mendengar perkataan Hyesoo. Tentu saja ia tahu kalau Hyesoo mengambil jurusan Bahasa, tapi ia tidak berpikir kalau Hyesoo sedang mencari inspirasi dari membaca buku. Bodoh.

Kyuhyun memandangi Hyesoo yang mulai tenggelam di balik bukunya lagi.

Tapi, kemudian, sebuah pencerahan muncul di otaknya seiring dengan senyum evil yang kembali muncul di wajahnya.

“Hyesoo-ya~”

Hyesoo kembali menurunkan bukunya dan memandang Kyuhyun heran. Nada bicaranya berubah drastis dari yang sebelumnya. Membuat Hyesoo terkejut.

“Hm?”

“Bagaimana kalau aku memberikanmu inspirasi?”

“Apa?”

Dan sebelum Hyesoo berbuat apa-apa, Kyuhyun sudah mengambil kembali buku Harry Potter nya, mendesaknya menuju sofa, dan menguncinya di antara rentangan tangan pucatnya. Membuatnya begitu dekat dengan Hyesoo daripada beberapa hari belakangan.

“A-apa yang kau lakukan?” suara Hyesoo berubah parau dan darah kembali memompa deras di tubuhnya melihat mata hitam yang mengandung sinar jahil juga kehangatan milik Kyuhyun tampak begitu dekat dengannya.

Seringai itu mulai tampak lagi, membuat Hyesoo semakin memerah, “Memberimu inspirasi.”

Kyuhyun mendekatkan wajahnya pada Hyesoo, menempelkan bibirnya pada bibir Hyesoo. Melumatnya perlahan lalu melepaskannya setelah mereka kehabisan pasokan udara.

“Nah? Bukankah sekarang inspirasi mendatangimu?”

Hyesoo menghela napas pelan, “Yah, memang. Seperti hanya kau yang bisa mendatangkan inspirasi bagiku saja.”

Kyuhyun tersenyum. Ia menautkan tangan mereka dalam genggaman jemari yang membelit. “Masalahnya, Soo-ya, akulah inspirasimu. Bukankah sangat jelas?”

Hyesoo ikut tersenyum. Mungkin kali ini Kyuhyun benar. “Sepertinya begitu.”

“Cepat kerjakan tugasmu! Inspirasimu sedang disini!”

Hyesoo memutar bola matanya.

Well, mungkin musim panas memang menyebalkan, tapi setidaknya ada satu hal yang bisa kunantikan disana: waktu-waktu dimana aku bisa bebas bersama gadis ini tanpa tugasnya yang menggunung.

~~~~END~~~

Advertisements

Leave Your Appreciation!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s