Ficlet: It’s You {Kibum}

ItsYou-Bum1

 Ficlet: It’s You {Kibum}

A Fanfiction by rineema

Kim KibumHan Hana

[inspired by Super Junior MV – It’s You Drama Ver (2009)]

~***~

Finally! The first ficlet It’s You come from Kim Kibum! ^^

Aku berusaha untuk membuat cerita sesuai dengan urutan kemunculan member di MV. Dan Kibum-lah yang pertama ^^

Enjoy and appreciate it, please

~***~

Jalanan begitu sepi. Angin malam terus berhembus tanpa henti. Tapi namja itu tetap berdiri. Menolak sama sekali untuk menyingkir dari tempatnya walau hanya satu senti. Kaus berwarna putih miliknya tampak tidak berguna untuk melawan hawa dingin. Tapi ia tetap berdiri. Dalam diam, ia menunggu dalam getir. Saat sosok yang dinanti muncul dengan wajah dengan wajah tertunduk, namja itu pun mengerti. Sudah sangat mengerti.              

Dalam diam mereka berdiri berhadapan. Yeoja itu hanya menunduk, tidak berkata apa-apa. Sang namja hanya dapat memperhatikannya. Menunggu yeoja itu berbicara. Lama. Waktu berjalan terasa begitu lambat, ketika akhirnya kepala sang yeoja perlahan mendongak menatap sosok sang namja. Tahu bahwa ia harus segera memutuskan.      

Napasnya menghembus pelan. Tak sedikit pun ia menolak tatapan sang namja yang begitu intens ke dalam bola mata cokelatnya. Lebih tepatnya, ia tak dapat menolak. Belum-belum dia sudah merasa kesal dengan diri sendiri karena pendiriannya yang tak kunjung berubah. Ia tahu, ia tidak dapat hidup tanpa namja ini, tapi ia ingin melepaskan namja yang menjadi hidupnya. Rasa bersalah tiba-tiba mengusiknya.

 Yeoja itu kembali menarik napas pelan. Berusaha untuk tidak menampakan rasa gugupnya. Ia harus segera mengakhiri kegugupan yang menyiksa ini.

Mata yeoja itu menatap mata milik sang namja tanpa gentar, menurutnya. Tanpa sadar, diam-diam ia telah menggigil. Entah karena angin malam yang kembali berhembus kencang atau karena perasaan hampa yang tiba-tiba menyerangnya.

“Mianhae, Kibum-ah.”

Akhirnya kata itu meluncur keluar. Tidak ada tanda-tanda terkejut dari namja bernama Kibum itu. Wajahnya tetaplah datar, seperti biasanya. Tapi itu sama sekali tidak sejalan dengan hatinya yang terasa hampa. Kibum sudah menduga akan berakhir seperti ini. Pikirannya telah menyusun banyak kata dan cara untuk membalas permintaan maaf itu. Untuk membuat sang yeoja berubah pikiran. Tapi, entah kenapa bibirnya terasa kelu. Tidak ada kata yang dapat keluar. Ia terlalu bingung untuk berucap.

Melihat kebisuan Kibum, sang yeoja mulai melakukan pergerakan lain. Tangan yeoja itu terulur ke arah Kibum. Dengan sigap, tangan kanan Kibum menyambutnya, telapaknya menengadah langit. Dan dalam keadaan seperti itu, bisa-bisanya Kibum sempat mengagumi tangan kanan yeoja itu yang tampak mungil dalam telapaknya yang besar.

Genggaman tangan yeoja itu terbuka, menjatuhkan barang mungil di dalamnya. Dingin. Cincin perak itu terasa dingin di tangan Kibum. Cincin yang diserahkan Kibum untuk yeoja itu kini kembali padanya. Tanpa sang yeoja bersamanya….

Sebelum tangan mungil itu menjauh, tangan Kibum sudah meraupnya cepat dalam genggaman. Membawa tubuh yeoja itu mendekat padanya. Membuat yeoja itu tersentak kaget.

“Hana-ya…” Dari sekian kata yang ingin ia ucapkan, akhirnya hanya nama sang yeoja yang keluar. Mata Kibum mencari-cari kesungguhan dalam mata cokelat yang selalu dapat mengunci pandangannya.

Merasa pertahanannya akan segera runtuh, Hana menyentakan tangannya dari genggaman Kibum.

“Mianhae… Aku tidak bisa.”

Sebelum Kibum berkata lebih jauh, Hana sudah berbalik. Berjalan menjauh meninggalkan Kibum yang hanya memandangi punggungnya menjauh, menghilang darinya.

Perlahan, Kibum ikut berbalik. Berjalan menuju arah yang berlawanan dengan yeoja itu. Ingatan-ingatan tentang Hana mulai mendesak keluar dalam pikirannya. Ia sudah sangat mengenal Hana untuk mengetahui apa yang ada di benak yeoja itu hanya dengan menatap matanya. Dan Kibum sudah tahu apa yang ada disana. Ia tidak akan mengacaukannya sekarang. Tidak saat ia tahu ada keraguan yang meliputi diri yeoja itu. Tapi ia juga tidak akan melepaskannya. Tidak. Ia tidaklah senaif itu. Yeoja itu hidupnya. Dan bagaimana bisa seseorang hidup tanpa orang yang membuatmu ‘hidup’?

Kibum terus berjalan ke depan. Tak memedulikan orang-orang yang juga berjalan di sekitarnya. Kini setelah pikirannya jernih, sebuah ide melintas. Sebuah senyum terukir di bibirnya. Tunggulah sampai besok, Han Hana. Maka kau tidak akan meragukan seorang Kim Kibum lagi. Saat kau akhirnya menyadari bahwa hanya ada aku di dalam hidupmu, saat itulah kau tidak bisa mengelak.

Dan senyum itu terbentuk semakin lebar.

~***~

너라고… 난 너뿐이라고…

(It’s you… It’s only you…)

Advertisements

3 thoughts on “Ficlet: It’s You {Kibum}

Leave Your Appreciation!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s