Ficlet: It’s You {Donghae}

ItsYou-Hae

Ficlet: It’s You {Donghae}

A Fanfiction by rineema

Lee DonghaeKang Eun Yoo

[inspired by Super Junior MV – It’s You Drama Ver (2009)]

~***~

2nd It’s You ficlet stories is… Lee Donghae! ^^

Enjoy and appreciate it, please

~***~

Langkah-langkah lebar dan gusar milik seorang namja itu membelah keheningan malam. Napasnya memburu dan sarat akan emosi yang mendalam. Matanya yang memancarkan keteduhan kini mengeras ketika otaknya perlahan memutar kenangan peristiwa sepuluh menit sebelumnya.

Restoran yang luas dan mewah yang berada di daerah terkenal itu seolah telah disulap menjadi lautan merah muda. Segala benda berwarna merah muda menempati setiap inci dan sudutnya.  Namja itu tersenyum ketika melihat warna kesukaan yeoja-nya yang telah memenuhi restoran. Dalam hati, ia benar-benar berharap semuanya akan berjalan lancar. Dan ia percaya semua akan berjalan lancar.

Denting lembut bel yang berbunyi membuat namja berkaus cokelat itu menoleh dan seketika senyum manis terkembang di wajahnya. Perlahan ia berbalik dan mendekati sesosok yeoja berbalut gaun selutut berwarna senada dengan dekorasinya. Cantik.

“Kau tampak cantik malam ini,” Sang namja tersenyum lebar ketika sampai dihadapan sang yeoja yang tampak terkejut dengan kejutan yang telah dibuat olehnya. Kedua mata sang yeoja menyusuri setiap detail ruangan restoran dengan sorot tak percaya.

“Donghae Oppa…”

Donghae -nama namja itu- mengambil tangan kiri sang yeoja, menggenggam tangan mungil itu sebentar, sebelum akhirnya membawanya menuju pusat dari ruangan itu. Sang yeoja terpekik melihat kejutan Donghae yang lain, tanpa sadar ia maju beberapa langkah mendahului Donghae. Di atas meja yang berada tepat di tengah ruangan, sebuah boneka beruang besar terlihat membawa sebuket bunga mawar merah yang indah.

Sang yeoja menutup mulutnya, terlalu terkejut akan apa yang terjadi. Ia tidak pernah membayangkan Donghae akan melakukan hal semanis itu. Ia memang pernah mengatakan kalau ia suka warna merah muda, mengoleksi boneka beruang, dan sangat berharap akan ada orang yang memberikannya buket bunga mawar yang indah. Tapi ia tidak menyangka Donghae-lah orang yang memberikan itu semua. Bersamaan. Sang yeoja menghela napas lelah. Ia harus ingat tujuan ia kemari. Ia tidak boleh goyah.

Sepasang tangan merengkuh bahunya pelan, memutar tubuh sang yeoja. Kedua mata sang yeoja bertemu dengan mata sayu Donghae yang, sialnya, membuat tekadnya rontok perlahan.

“Saranghaeyo, Eun Yoo-ya.”

“Oppa…” Eun Yoo melepaskan pegangan Donghae padanya. Sorot terluka muncul di kedua mata Donghae, membuatnya gelisah. Eun Yoo menutup matanya, berharap hal itu akan membuatnya mampu menolak pesona yang dikeluarkan mata itu, ia melanjutkan, “… aku tidak bisa.”

Seketika pendar di mata Donghae meredup.

“Mwo?”

“Aku… aku tidak bisa,” ulang Eun Yoo. Matanya kembali membuka dan kini menatap Donghae, berusaha menampakkan tanda-tanda keseriusan.

Donghae manatap kedua bola mata cokelat itu bergantian. Kini ia kehilangan kata untuk diucap. Rasa percaya diri yang menguasinya telah lenyap entah kemana.Aedak mencintaimu.”ae a, berharap hal itu akan membuatnya mampu menolak pesona yang dembawanya menuju pusat dari ruangan itu. s

“Wae?” tanyanya dengan suara serak.

“Berhentilah bermain denganku, oppa. Entah sudah berapa yeoja yang kau perlakukan sama, aku tidak kuat jika mengingatnya. Aku tidak ingin menjadi salah satu dari korbanmu lagi.” Eun Yoo berkata keras. Benar. Ia tidak akan sanggup jika suatu saat nanti Donghae akan berpaling darinya, meninggalkannya, seperti yang ia lakukan pada yeoja yang lain. Predikat cassanova yang tidak akan bisa ditolerir Eun Yoo. Lebih baik ia tidak pernah mendapat namja itu daripada nantinya ia sakit hati. Walau ia memang mencintai namja di hadapannya.

Donghae menatap yeoja di hadapannya lekat-lekat, seakan tidak pernah melihatnya dengan benar.  “Berapa kali sudah kukatakan, Kang Eun Yoo, aku serius padamu. Aku tidak berniat main-main. Dan itu hanya denganmu. Tidakkah kau mengerti?”

Eun Yoo memandangi Donghae lama. Ia ingin sekali mempercayai kata-kata namja itu. Ingin sekali. Tapi otaknya memberikan penolakan. Ia tidak ingin terluka.

“Mianhae, oppa… Aku tidak bisa.”

Donghae mengatupkan rahangnya keras ketika mengingat lagi. Ia merasa kehilangan arah, kehilangan cara untuk membuktikan pada yeoja itu kalau ia tidak main-main. Ia tidak pernah berniat untuk mempermainkan yeoja itu. Hanya dia. Satu-satunya. Karena Donghae akhirnya merasakannya. Getaran itu, perasaan itu hanya untuk yeoja-nya. Eun Yoo-nya. Tapi kenapa yeoja itu tidak mengerti?

Tanpa peduli dengan orang-orang disekelilingnya, Donghae melangkah tak tentu arah. Ia harus membuat yeoja itu mengerti.

~***~

다른 사람 필요 없어 난 그냥 너라고

다시 한번 물어봐도 난 그냥 너라고

(I dont need anyone else, its only you to me

Even if you ask again, its only you to me)

Advertisements

3 thoughts on “Ficlet: It’s You {Donghae}

Leave Your Appreciation!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s