Ficlet: It’s You {Kyuhyun}

ItsYou-Kyu

Ficlet: It’s You {Kyuhyun}

A Fanfiction by rineema

Cho KyuhyunHan Hyesoo

[inspired by Super Junior MV – It’s You Drama Ver (2009)]

~***~

Cho Kyuhyun! The 3rd It’s You ficlet stories 😀

Read, Enjoy and Appreciate it, please ^^

~***~

Namja itu bolak-balik mengecek jam tangan hitamnya dengan tak sabar, seakan ia takut akan kehilangan pergerakan jarum jam detik itu. Saat ini, namja itu benar-benar berharap dapat mengendalikan waktu walau hanya sekali. Ketika jarum jam yang sangat ia nanti pergerakannya itu mulai bergeser ke arah angka 12, ia tersenyum sekilas, mengambil ponselnya, menekan nomor cepat, dan langsung menempelkan ponsel ke telinganya.

Tidak sampai dering ketiga, sambungannya telah terangkat.

“Yeoboseyo?”

Sebuah senyum kembali mampir di wajah di wajah sang namja ketika mendengar suara itu. Suara yang sudah seharian ini tak didengarnya.

“Cepat turun ke bawah,” perintah sang namja, ia dapat menebak bahwa yeoja di seberang telepon itu mengerutkan keningnya bingung.

“Mwo?”

“Cepat turun ke bawah,” sang namja langsung menutup sambungan teleponnya, memasukkan ponselnya ke dalam saku dan kini menatap pintu cokelat kayu berukir itu terbuka.

Ia dapat mendengar langkah ringan di balik pintu sebelum kemudian pintu terbuka. Menampilkan sosok yeoja berbalut piyama serta cardigan putih yang menutupinya. Yeoja itu terkejut melihat kehadiran tamu yang datang begitu larut adalah namja itu. Ia merapatkan cardigan-nya sembari melangkah mendekati sang namja.

“Kyuhyun-ah? Ada apa?”

“Saengil chukkae,” ucap Kyuhyun tanpa basa-basi.

Yeoja itu mengerutkan keningnya bingung. Ia tahu hari ini ulang tahunnya. Ia juga tahu namja di hadapannya ini baru saja pulang dari kantor tempat ia bekerja. Dan ia juga sangat tahu namja di hadapannya ini bukanlah tipe orang yang suka berbasa-basi dan melakukan sesuatu tanpa alasan yang jelas. Sifat yang sayangnya tidak diimbangi dengan kelakuannya yang sering membuat sang yeoja bingung dan bertanya-tanya.

Sang yeoja menghembuskan napas kesal. Ia melipat kedua tangan di depan dadanya, memandangi Kyuhyun tajam.

“Hari ini bahkan sudah hampir habis, Cho Kyuhyun. Kau adalah orang terakhir yang mengucapkannya,” kata sang yeoja dingin.

“Kau dilahirkan tepat jam 9 malam. Saat ini tepat kau terlahir ke dunia, Han Hyesoo, jadi akulah yang pertama kali mengucapkannya padamu.”

Kyuhyun mengucapkannya dengan santai, tapi perkataannya membuat Hyesoo tertegun. Bagaimana bisa Kyuhyun masih ingat hal yang ia ucapkan sambil lalu? Itu bahkan sudah lama sekali….

“Kau kesini hanya untuk mengucapkan itu?”

“Menurutmu?”

Hyesoo menghela napas kesal, “Aku bertanya karena aku tidak mengerti. Berhentilah membuatku bingung –”

Kyuhyun mendesah sebelum akhirnya melangkah lebar mendekati Hyesoo, menghapus jarak diantara mereka, dan meraup tubuh yeoja itu ke dalam dekapannya. Ia merasakan tubuh mungil itu tersentak kaget, tapi ia tidak melepaskannya. Kyuhyun membiarkan dirinya menghirup napas dalam rambut hitam kecokelatan milik Hyesoo, membaui aroma menenangkan yang hanya di miliki yeoja dalam pelukannya – atau ia memang ingin berpikir begitu.

“Kau mengerti sekarang? Hm?”

Tubuh Hyesoo menegang ketika merasakan napas namja itu di telinganya, membuatnya berusaha menarik napas lebih banyak. Kesalahannya adalah ia membuat aroma segar yang menguar dari tubuh Kyuhyun memenuhi rongga hidungnya, membuatnya merasa enggan untuk melepaskannya. Membuatnya merasa telah kembali ke masa lalu… Dulu….

Hyesoo tersentak ketika memori lalu muncul di kepalanya. Dengan cepat seolah telah tersengat listrik, ia melepaskan pelukan Kyuhyun dan menjauh beberapa langkah. Mata cokelatnya menatap Kyuhyun keras.

“Pulanglah.”

Hyesoo segera berbalik tanpa menunggu jawaban Kyuhyun. Membuat Kyuhyun sempat untuk meraup pergelangan tangan kirinya, menarik tubuh Hyesoo sekali lagi. Hyesoo kembali tersentak kaget, tapi kali ini Kyuhyun tidak memeluknya. Namja itu menunduk mendekatkan bibirnya pada telinga Hyesoo dan berkata,

“Aku tidak peduli dengan apa yang sudah kau dengar, Nona. Aku yang tahu kalau itu tidak benar. Dan aku jelas melihatmu berharap bahwa yang kau dengar memang salah. Bukankah sudah jelas sekarang?”

Kyuhyun melepaskan genggamannya tiba-tiba, berbalik akan pergi ketika mendadak ia berhenti dan kembali berbalik sembari mengatakan hal yang membuat Hyesoo mengetahui bahwa perang dingin antar mereka telah usai.

“Kujemput besok pagi.”

Kyuhyun berbalik dan kini benar-benar pergi menjauhi Hyesoo. Tangannya berada di dalam saku celananya, ekspresi puas menghiasi wajahnya. Itu benar. Hanya kau yang kulihat. Bukankah sudah jelas?

~***~

이미 너는 다른 사랑 있겠지만

어쩔 수가 없어 다시 돌이 킬 순 없어

(Even if you have another love already

I cant forget you, i cant turn back)

Advertisements

Leave Your Appreciation!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s