Ficlet: It’s You {Sungmin}

ItsYou-Min

Ficlet: It’s You {Sungmin}

A Fanfiction by rineema

Lee SungminLee Ji Hwa

[inspired by Super Junior MV – It’s You Drama Ver (2009)]

~***~

The 10th It’s You Super Junior Ficlet Story is Sungmin!

For Lee Ji Hwa, thanks for give me your name for this 😉

I hope you enjoy it 😀

Read, Enjoy, and Appreciate it, please ^^

~***~

Di dalam sebuah café yang nyaman, seorang namja manis tampak mengeluarkan secarik kertas dan bolpoin di meja dekat pintu depan café. Sesekali ia tampak memejamkan mata, seakan sedang berpikir keras. Berpikir untuk mengingat sosok yang mulai mengabur di makan waktu. Hanya satu sosok. Hanya satu yeoja.

Setelah bayang itu berhasil ia tangkap, ia mulai menundukkan kepalanya. Ia mengabaikan orang-orang di sekitarnya dan mulai menuliskan berbagai hal di kertasnya. Hal-hal yang selalu muncul jika ia sudah mulai teringat akan bayang itu.

Bolpoin hitamnya menari-nari lincah di atas selembar kertas berwarna kemerahan.

“Lee Ji Hwa,” tulisnya.

Ji Hwa-ya~ Annyeong! Ini aku Sungmin. Benar. Lee Sungmin. Kau mungkin tidak pernah membalas suratku, tapi kau tidak mungkin melupakan namaku, kan? Setidaknya kau mungkin tetap membaca surat-suratku yang tidak kau balas.

Ji Hwa-ya, bagaimana kabarmu disana? Apa kau baik? Apa kau masih tetap berambut panjang? Masih memilih sepatu converse daripada bertumit? Apa kau masih tetap menyukai aroma pagi? Aish, aku jadi banyak tanya dan menyebalkan, ya? Masalahnya, aku perlu memastikan seperti apa kau sekarang, Ji Hwa-ya. Sudah cukup lama kita tidak bertemu dan aku tidak tahu seperti apa kau sekarang. Bahkan sosokmu pun mulai memudar di ingatanku. Hm, tidak, aku tidak menyalahkanmu. Aku yang paling mengerti bagaimana dan kapan rasa egoismu itu muncul. Jadi aku sudah terbiasa. Tenang saja.

 Bagaimana Jepang? Apa Jepang tampak seperti yang kau bayangkan? Apa menyenangkan hidup disana? Kurasa justru lebih baik. Surat-surat yang dulu kau kirimkan padaku setahun lalu menunjukkan semua itu. Aku seperti dapat merasakan suasana Jepang yang tenang hanya dengan membaca suratmu, mencium aroma tiap sudut kota Fukushima yang sejuk, dan ikut makan sushi bersamamu.

 Menyenangkan, hm? Itukah yang membuatmu tidak segera pulang? Kau betah disana? Tidak rindu padaku? Karena aku rasanya sudah berada dalam batas melebihinya. Berawal dari kepergianmu ke Jepang setahun lalu sampai sekarang kau tidak lagi mau menghubungiku, rasa itu telah menumpuk selama itu. Hidupku tidak lagi terasa sama seperti setahun lalu.

Apa yang membuatmu melakukan ini, Ji Hwa-ya? Apa aku salah karena telah mengatakan perasaanku padamu dulu? Kita sudah bersahabat lama, aku tahu sinar itu ada pada matamu juga. Kau tidak bisa membohongiku, Ji Hwa-ya. Kau lupa kalau aku ini Lee Sungmin, hm? Jangan menyalahkan dirimu. Tidak ada yang salah dari perasaan selama saling memiliki. Tidak, aku tidak bohong. Kau tahu aku tidak pernah berbohong, kan?

Jadi, Ji Hwa-ya, kuberi kau dua pilihan. Kembali ke Korea lagi atau aku ke Jepang membawamu kemari?

Lee Sungmin

Sungmin tersenyum simpul membaca bagian terakhir dari surat yang ia tulis. Dua pilihan yang memilki maksud yang sama.

Tentu saja, batin Sungmin, setelah ini kau tidak akan bisa menghindar lagi.

Namja itu berdiri dari duduknya. Ia melipat surat ke dalam amplop di tangannya lalu melangkah menuju kotak surat yang ada di pedestrian tepat di depan café. Senyum penuh terukir di wajahnya yang manis.

Ia telah menang.

~***~

잘못된 사랑인걸 알고 있지만

포기 없어 절대 놓칠 수는 없어

(I know it is a wrong love

 I cant give up, I can never let you go)

Advertisements

Leave Your Appreciation!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s