Permission

y

Permission

A Ficlet by rineema

{Cho Kyuhyun – Han Hyesoo}

Read, Enjoy and Appreciate it, please ^^

~***~

 

Pria itu melangkah masuk ke dalam rumah yang sudah tidak asing baginya. Pekarangan kecil yang biasa muncul dengan warna-warni bunga kini tampak memutih tertutup oleh salju. Hanya bunga-bunga musim dingin saja yang masih berbunga, itupun juga berwarna putih, sama seperti teman-teman bunganya yang tertutup salju.

Yah, beginilah keadaan musim dingin. Putih, dingin. Tapi baginya musim dingin menyenangkan. Hm, mungkin ada hubungannya dengan masa lalunya juga.

Cho Kyuhyun –bermantel hitam panjang, syal abu-abu, juga topi musim dingin yang semua ia gunakan semata-mata untuk menghindari publik– kini telah berada di dalam ruang depan rumah mungil itu. Tidak terkunci. Seperti biasa, Kyuhyun membatin sembari memutar matanya malas. Astaga, gadis ini harusnya sadar ia tinggal dimana! Di salah satu kota besar di Korea Selatan yang angka kejahatannya meninggi dari tahun ke tahun seperti ini,  bagaimana bisa dia tidak mengunci rumahnya? Kyuhyun teringat ketika ia menegur gadis itu tentang hal ini dan jawabannya benar-benar membuat Kyuhyun hampir tersedak cokelat panasnya kala itu.

“Tidak akan ada yang mau mencoba mencuri ke dalam rumahku kok.”
Gadis itu berkata dengan begitu yakinnya. Kyuhyun hanya bisa mendorong kepala gadis itu dengan kesal, kala itu.

Beruntung saudari kembarnya mempunyai sikap yang lebih dapat diandalkan. Hana selalu mengunci pintu mereka jika akan keluar ataupun sedang berada di dalam rumah. Tapi tampaknya, Kyuhyun memerhatikan rumah yang sepi, Hana sedang berada di luar rumah, melihat ruang televisi yang minus kehadiran gadis berambut kemerahan itu. Mungkin Hana sedang ke tempat Kibum.

Kyuhyun kembali berhenti di tempat itu untuk kesekian kalinya. Ruang tengah. Ruang tempat gadis itu biasa menghabiskan waktu mengetik dan membaca. Kegiatan yang nyaris selalu dilakukannya tiap hari. Dan hari ini termasuk hari itu.

Kyuhyun masuk ke dalam ruangan dan mendudukkan tubuhnya di atas sofa peach yang menghadap meja tempat Hyesoo sedang mengetik. Alunan musik merdu keluar dari laptop gadis itu. Still You milik Donghae & Eunhyuk. Gadis itu terus saja mengetik tanpa menoleh pada kehadirannya.

“Kau datang,” ucapnya pelan, tanpa menoleh.

Kyuhyun mengangkat alisnya heran. “Kau tidak pernah menoleh ketika aku datang, bagaimana bisa kau yakin kalau itu aku?”

“Hanya kau dan Hana yang akan langsung masuk ke dalam rumah. Terlebih, langkah Hana tidak terdengar berat seperti langkahmu,” Hyesoo memutar kursinya menghadap Kyuhyun, memandanginya seakan itu pertanyaan aneh, “bukankah sudah jelas, Cho?”

Kyuhyun mendengus kecil mendengar jawaban enteng Hyesoo yang memang ada benarnya. Pria itu memperhatikan ketika Hyesoo terlihat melamun menatap jendela yang ada di samping mejanya, gadis itu sudah kembali memutar kursinya menghadap meja.

“Kau kenapa?” tanya Kyuhyun heran.

Hyesoo menghela napas. “Entahlah. Sedang bingung.”

“Bukankah kau sedang menulis tadi? Kenapa mendadak bingung?”

“Justru karena itu aku bingung,” Hyesoo kembali menghela napas.

Kyuhyun mengerutkan keningnya bingung. Ia bergerak mendekati Hyesoo, mengintip lembar kerja Word yang tadinya dikerjakan gadis itu. Matanya sedikit melebar ketika melihat nama yang sebenarnya tidak asing, tapi setahunya tidak pernah ada di dalam tulisan gadisnya.

“Myungsoo? Kim Myungsoo?”

Seketika Hyesoo menoleh dan berusaha secepat mungkin menutup layar laptopnya, walau sia-sia saja karena Kyuhyun sudah membacanya. “Ya! Cho! Kau membacanya? Jangan dibaca!”

“Soo-ya,” Kyuhyun menyingkirkan tangan Hyesoo yang menutupi layar, “Kau menulis tentang Kim Myungsoo sekarang?”

Kyuhyun menatap Hyesoo tajam. Tentu saja ia tahu bahwa Myungsoo yang disebut ini sama saja dengan orang yang selama ini bertemu dengannya di backstage banyak acara. Pria bermata tajam yang telah menjatuhkan hati banyak gadis, tapi Kyuhyun tidak menyangka gadisnya juga termasuk salah satunya.

“Ya… Akhir-akhir ini aku membaca banyak fanfiction tentangnya dan kupikir dia cocok jika disandingkan dengan Soojung – Krystal, kau tahu – tapi yah kemudian aku menemukan diriku sudah menulis banyak tentang Myungsoo jadi…” Hyesoo berkata cepat, menghindar dari tatapan Kyuhyun.

“Aku tidak suka,” Kyuhyun berkata tanpa basa-basi, “Sudah cukup kau menulis tentang hyungdeul Super Junior, sekarang kau harus berkhayal tentang orang lain juga. Lebih baik kau tidak membaca fanfiction banyak-banyak –”

“Lebih baik berkhayal,” potong Hyesoo, “daripada dekat-dekat dengan orang lain. Kalau aku bilang aku tidak suka kau bermain drama dengan Seohyun bagaimana? Kau mau keluar dari drama-mu?”

Tiba-tiba saja teringat oleh Hyesoo alasan kenapa dia mulai melakukan itu, membaca banyak-banyak fanfiction. Untuk menutupi kegalauanya pada berita yang membuatnya tercengang. Karena mendengar bahwa Kyuhyun akan bermain drama dengan Seohyun. Dia sebenarnya tidak punya masalah dengan magnae grup terkenal itu, tapi kalau Kyuhyun dan gadis magnae itu mulai disatukan seperti sekarang ini, maka Hyesoo akan gusar tak karuan. Ia tidak suka.

“Itu berbeda!” sergah Kyuhyun, “Itu permintaan perusahaan. Aku tidak bisa bertindak apa-apa. Aku tidak bisa memilih, kau tahu.”

“Dan begitu juga aku! Sejak awal aku menyukai membaca dan berkhayal sebebasnya tentang apa yang aku suka. Jika ternyata aku menyukai apa yang kubaca dan berkeinginan untuk ikut menulis tentangnya, lalu aku bisa apa?”

“Sama halnya dengan menyanyi yang tidak mungkin bisa dipisahkan denganmu,” Hyesoo melanjutkan, “Aku juga tidak ingin berpisah dengan dunia ini. Aku merelakanmu bermain drama, karena aku tahu itu bukan keinginanmu, tapi kau tidak mau merelakanku menulis padahal itu keinginanku?”

Kyuhyun menghela napas kasar melihat mata hitam itu menatapnya tanpa berkedip. Gadis ini akan melakukan apa saja untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Sebelumnya mana pernah gadis ini memandangnya lama-lama?

“Aku ingin sekali melarangmu menulis.” Tangan Kyuhyun bergerak mengacak rambut Hyesoo. “Yang sayangnya tidak ada gunanya.”

Ya!” Hyesoo mengelak gerakan tangan Kyuhyun, “Jadi aku diijinkan untuk menulis, kan?”

“Bukankah sudah kubilang kalau tidak ada gunanya untuk melarangmu?”

Hyesoo melonjak kegirangan sembari berseru, “Yeay!” Dan tiba-tiba saja ia bergerak maju, mengecup pipi Kyuhyun secepat kilat sebelum kemudian kembali menghadapi layar laptopnya. Inspirasi seakan kembali berteman dengannya setelah Kyuhyun mengijinkannya untuk menulis.

Kyuhyun tampak seperti telah terhantam di wajah, saking syoknya dengan tindakan tiba-tiba gadis itu.  Buru-buru ia mengendalikan ekspresinya. Dalam hati berjanji akan mencari waktu yang tepat untuk membalas perbuatan gadis itu.

“Aku akan tetap menulis tentang oppadeul, tenang saja,” kata Hyesoo diantara bunyi gerakan tangannya yang menari di atas keyboard.

“Yah, asal kau tidak meminta aneh-aneh –”

Hyesoo kembali menoleh pada Kyuhyun, tampak tidak mendengar apa yang dikatakan pria itu selama beberapa detik sebelumnya.

“Eh, Kyu, bisakah kau memintakan tanda tangan Myungsoo untukku? Atau mungkin sebuah foto? Supaya aku semakin semangat menyelesaikannya.”

Kyuhyun mendelikkan matanya.  “Ya! Han Hyesoo!”

~***~

Advertisements

Leave Your Appreciation!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s