Quiet

quiet

Quiet

A drabble by rineema

Kim Myungsoo | Han Hyesoo

‹Gadis itu terus saja diam, tidak peduli pada lelaki di sampingnya›

 

Gadis itu tidak menoleh.

 

Lelaki itu –dengan berat hati– memutuskan ikut berdiri di sampingnya. Dalam diam memerhatikan kesunyian yang menebal seiring dengan se-senti pergerakan matahari di balik awan kelabu sana.

Baiklah. Jika memang ini maunya.

Dan hanya saat seperti itulah pikirannya baru berkelana diantara hal yang sebelumnya enggan berkunjung dalam benaknya. Semenarik itukah seekor tikus bagi kucing itu? Apa yang ada di benak gadis di sampingnya?  Kenapa daun berwarna hijau? Kenapa – kenapa gadis ini harus sediam ini?

 

Akhirnya dia sendirilah yang merobohkan tembok kesunyian itu.

It will rain.”

I know.”

 

Just that.

Lelaki itu mendengus. “Keras kepala.”

You know it, already.”

Tangan lelaki itu disedekapkan di depan tubuhnya. “Baiklah. Kali ini ada apa?”

“Tidak ada,” jawab sang gadis lancar.

“Kata itu tidak seharusnya kau keluarkan untukku, Hyesoo-ya,” Sang lelaki menimpali tak kalah lancar. Agaknya dia sudah hapal tingkah sang gadis di luar kepala. Dia sama sekali tidak heran melihat tingkah kebisuan sang gadis masih berlanjut.

“Biar kutebak. Cho Kyuhyun? Tidak ada kabar?”

Just keep quiet, Kim Myungsoo.”

 

Tepat sasaran. Kim Myungsoo tahu itu.

Dan dia tahu apa yang harus dilakukannya.

Tiba-tiba, tangan Myungsoo bergerak menggapai tangan kiri Hyesoo, menggeret tubuh sang gadis tanpa peduli pada seruan protes pemiliknya. Kepalanya sibuk mengurai kembali hal-hal yang akan mereka lakukan seharian.

Menonton orchestra, membeli banyak cokelat dan buku, melihat bunga-bunga bermekaran di taman kota.

Biarlah dompetnya menipis kali ini. Tidak ada salahnya menghabiskan isi dompet untuk mengembalikan senyum orang yang sedang ulang tahun, kan?

 

Kyuhyun hyung, mianhae. Kali ini aku yang akan bersamanya seharian.

 

.

.

.

 

“Oh, Hye-ya.”

“Hm?”

Saengil chukkae.”

 

.end

A/N: holaa! Lama tak jumpa, blog tercinta /apa sih/

Akhirnya setelah bulan-bulan melelahkan untuk mempersiapkan tiga hari yang menentukan nasib tiga tahun, sekarang saya bisa kembali memenuhi blog dengan apa yang berkecamuk dalam otak saya XD

Tapi sayangnya WB kembali melanda saya 😦 dan dalam rangka mengembalikan mood, saya akan berusaha menulis tiap hari walau mungkin cuma menghasilkan drabble seperti ini. Sebenarnya sih ini drabble udah ada di draft sejak ultah saya kemarin, tapi karena males publish jadi tertunda X)

So, how? Did you enjoy it, readers? Tell me what you think about this!

Advertisements

Leave Your Appreciation!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s