Shopping

BeREU83CcAAb_8k

Shopping

A drabble by rineema
Kim Myungsoo & Jung Soojung

‹not going to take another black things, here, right, Myungie?›

~***~

Ya! Jung Soojung! Lama sekali kau di sana!”

Aku mendengus dan serta merta menoleh ke belakang, sembari melayangkan tatapan kesal andalanku yang terbukti membuatku mendapat gelar Ice Princess, pada lelaki yang tengah berdiri menatapku balik dengan pandangan menyebalkan khasnya. Pandangan yang bahkan tidak dapat dia sembunyikan dibalik topi hitamnya.

“Harusnya aku tidak datang lebih cepat saat mengajak pergi seorang perempuan.”

Ugh. Aku selalu lupa kalau dialah Ice Prince-nya.

Aku menyipitkan mata, merasa semakin kesal dengan ucapannya dan kembali mendengus, “Kalau kau tahu kenapa kau mengajak perempuan, Bodoh!”

“Karena akan terlihat aneh kalau aku mengajak Moonsoo, Bodoh.”

Aku mengerecutkan bibirku kesal mendengar jawaban ketus nan santainya. Aish, dia ini selalu saja seketus itu! Bisa tidak sih, kau manis sedikit saat berkata, Kim Myungsoo?

“Memang apa yang salah dengan mengajak adikmu sendiri? Lebih baik kau mengajaknya daripada merepotkanku, Menyebalkan!” timpalku lagi.

“Kau mau mengomel sepanjang hari seperti seorang bibi tua atau melanjutkan apa yang kita rencanakan?” Dia berkata sembari mulai berjalan meninggalkanku berdiri sendiri di samping mobil hitamnya.

Aku kembali mendengus – aktifitas yang menjadi keharusan jika sudah berhadapan dengan pria es itu. Memutuskan untuk tidak melanjutkan perdebatan tak penting yang sering terjadi, aku berjalan cepat menyejajari langkah Myungsoo  dengan menyedekapkan tangan di depan dada.

“Lebih tepatnya, yang kau rencanakan. Untuk apa kita kemari?” tanyaku setelah berhasil mengimbangi langkah Myungsoo.

“Kau belum pernah ke pusat perbelanjaan, Nona Jung? Tentu saja orang ke sini untuk berbelanja,” tukasnya lagi.

Oh, oke. Kesalahan jelas hanya ada padaku yang menanyakan hal dengan kurang spesifik seperti itu. Tapi tetap saja kesal mendengar jawaban ketusnya yang lain. Heran juga, kenapa aku bisa bertahan bersahabat selama delapan tahun dengannya.

“Tentu saja aku tahu kalau orang pergi ke pusat perbelanjaan untuk belanja. Masalahnya, kenapa kau mengajakku ke sini, Kim Myungsoo?” Langkah kami semakin cepat saja, tapi aku tetap bersikukuh menanyakan alasannya membawaku kemari.

“Ikut saja, Soojungie.”

Aku menoleh hendak protes lagi. Dari samping, Myungsoo terlihat misterius dengan pakaian serba hitamnya. Bukan yang pertama kalinya, tapi entah kenapa, hal itu malah menarik perhatianku.

“Astaga. Apa tidak bosan pakai warna hitam terus? Apa tidak panas? Really, you should buy another clothes,” Sebuah pikiran terlintas di benakku, “Oh, not going to take another black things here, right, Myungie?”

Myungsoo menghela napas tidak rela, “Aku tidak akan mengambil yang berwarna hitam.”

“Bagus! Akhirnya hari ini datang juga.  Sekali-kali kau butuh warna cerah, mungkin merah, oranye, hijau,” Aku tersenyum sembari menunjuk berbagai banner berwarna-warni yang kami lewati. “Dari dulu aku heran, kenapa kau begitu suka warna hitam, sih?”

Tiba-tiba Myungsoo berhenti melangkah, membuatku ikut berhenti bingung.

Because the white one is waiting for you, tidakkah kau tahu itu, Jung Soojung? I’m not going to take white until the church’ bell ringing for us.”

Kurasakan pipiku memanas mendengarnya. Aku memalingkan wajah dari sepasang mata hitamnya yang terasa sepuluh kali lebih sulit untuk dilakukan. Padahal sebelumnya juga sudah sulit.

Y-ya, kenapa tiba-tiba membahas hal yang aneh? Lebih baik cepat beli pakaian baru untukmu dan pulang. Kau ingin mencari pakaian warna apa? Aku akan membantu.”

Dan berikutnya aku hanya bisa mematung ketika merasakan kehangatan tangan Myungsoo yang menuntunku berjalan juga jawabannya akan pertanyaanku.

“Putih.”

.

.

.

Kim Myungsoo, kau menyebalkan!

*end

 

A/N: heyoo~ saya datang lagi dengan drabble yang berkembang count-nya ini /plak/

Oke. Saya tahu ini drabble aneh bin ajaib sekali, karena saya dapat ilham dari lihat foto Myung di atas /tunjuk-tunjuk/. Itu foto saya ambil dari twitter bulan Januari lalu, dan waktu lihat lagi entah kenapa muncul cerita di atas. So, please, enjoy my Myungstal fict, and brace yourself, I’ll write them even more now! /plak/

So, how about this one? ^^

Advertisements

17 thoughts on “Shopping

  1. Eciiiiieeeeeee cieeeeee manis banget thor awal nya aku kira mereka udah pacaran eh ternyante sahabatan mungkin atau emang akan mereka bakalan kyk yg di lagu’y zigaz kali yeehhh. Haha:D

    1. bukannya bikin gigi rontok, soalnya garing banget? /apalah/
      sebenernya: bukan. tapi aku lagi demam nulis myungstal aja ^^v
      makasih udah komen dan baca, Tata ^^

  2. KAK GLARRRRRRRRRRRRR GLARRRRRRRR DUARRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR. TIDAKKKK ADUUUH AKU KESEMSEM SENDIRI (LAGI) KAK AaauiNSZUEAKRHLCIUWAESXJEXLQ NICE FIC!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! DALUeimwsaieul xD

    1. AL! Kamu kedinginan? XD /abaikan/
      aduh aku juga senyum sendiri melihat kehadiranmu disini XD makasih udah baca dan mampirr
      ayo kamu bikin myungstal lagii XD

Leave Your Appreciation!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s