Stupidity

holding-hands2
source: knaria.com

STUPIDITY

A ficlet by rineema
Cho Kyuhyun & Han Hyesoo

“Akhir-akhir ini kau sering melakukannya, kan? Untuk apa? Fan service?”

Note: Thank you for your service nowadays, Cho Kyuhyun. Now, I’m so done.

~***~

So, where are we going?”

 

Hyesoo menoleh memandang Kyuhyun yang selama tiga menit tidak kunjung menjawab pertanyaannya. Didapatinya pria itu tengah sibuk dengah tas besar hitamnya yang diyakininya berisi segala hal dunia keartisan. Hyesoo tidak dapat menahan helaan napas kesal.

“Kita tidak perlu pergi kalau begitu sibuk,” Hyesoo kembali mengawali percakapan.

“Aku hanya lupa menaruh kunci mobilnya –sialan– dimana sih?” rutuk Kyuhyun seraya tetap mengaduk tas bermereknya yang –jika mungkin– menjadi semakin tidak karuan isinya.

Kemudian Hyesoo mendengus. Ia tidak dapat memutuskan emosi mana yang lebih menguasainya, entah jengkel atau geli, ketika melihat gantungan mobil kayu mini yang sangat dikenalnya terlihat di salah satu saku celana jins biru milik pria di hadapannya.

“Benda itu ada disini.” Hyesoo berucap sembari mengeluarkan gantungan mobil beserta kuncinya dalam satu tarikan. “Cho Kyuhyun, kalau pergi sekali denganku benar-benar memberatkanmu, lebih baik kita tidak pergi.”

Giliran Kyuhyun menoleh dan mendapati wajah kusut tak antusias menggantikan raut ceria dalam permukaan wajah Hyesoo. Oh, bukan ini yang ingin dilihatnya dari sosok yang dirindukannya setengah mati.

“Soo-ya, kau marah?”

“Pulanglah cepat. Bukankah ada lagu dan koregrafi yang harus kau hapalkan?” tukas Hyesoo.

Okay. Dia marah.

“Han Hyesoo, hey.”

Gadis itu menolak bertemu tatap dengan Kyuhyun. Belum sempat ia melangkah kembali menuju kediamannya yang berjarak tiga meter dari tempat parkir Audi A7 milik Kyuhyun, jemari panjang itu sudah menangkap lengannya, membawa tubuh Hyesoo kembali berhadapan dengan si pria tinggi bertopi hitam.

“Aku minta maaf, hm?”  Suara bass Kyuhyun memantul indah dalam gendang telinga Hyesoo, mata hitam itu menusuk tepat ke dalam miliknya yang kecokelatan dan reaksi itu pun muncul – Otaknya, tubuhnya tidak dapat bergerak. Sebelum Hyesoo sempat mencoba untuk bernapas, berusaha mengumpulkan kembali kewarasannya, hal mengejutkan lain pun terjadi.

Kedua sudut bibir Kyuhyun –benar, keduanya– terangkat membentuk senyum penuh tanpa memunculkan giginya. Mata tegas hitamnya melunak jenaka, membuatnya tampak seperti seekor anjing kecil yang tersesat. Oh, bahkan jika memang Kyuhyun adalah seekor anjing, dia tidak akan tampak seperti itu!

“Hentikan itu!” Hyesoo mendengus, tapi toh kemudian jatuh dalam tawa panjang. “Astaga! Sejak kapan kau berusaha imut begitu? Senyummu terlihat aneh, Kyuhyun-ah, kau tahu itu?”

Hyesoo mendelikkan matanya, berusaha tampak kesal yang langsung gagal karena ia kembali tenggelam dalam tawa.

Kyuhyun tersenyum puas. Dibiarkannya gadis itu tertawa selama beberapa menit. Adalah saat-saat berharga dapat melihatnya tertawa lepas seperti itu. Adalah kebahagiaan dapat melihat gadis itu tertawa lepas –terlebih karena dirinya.

“Akhir-akhir ini kau sering melakukannya, kan? Untuk apa? Fan service?”

“Untukmu,” jawab Kyuhyun enteng. “Agar kau tidak dapat membayangkan orang lain, agar isi kepalamu hanya diisi olehku saja. Aku tidak peduli akan tampak tolol, mengerikan atau mencari perhatian di mata orang lain. Yang aku tahu itu akan membuatmu tersenyum dan tidak mudah melupakanku, menyingkirkanku dari ingatanmu. Bagiku itu setimpal.

“Harusnya aku bersyukur karena dapat berada di sisimu, kan? Tapi aku juga meminta untuk ada dalam kepalamu. Aku ini egois, kau tahu?”

Raut merah menjalari wajah Hyesoo. Pria ini memang selalu mengetahui segala sesuatu tentang dirinya dengan benar. Mungkin karena dirinya sendiri sedikit demi sedikit telah menjadi refleksi satu sama lain. Segalanya terasa benar.

“Kau mungkin memang tampak tolol dengan senyum puppy eyes mengerikan itu, tapi nyatanya aku yang lebih tolol karena tidak berhenti tertawa melihatnya. I just don’t realize how much I smiled even crazier because of your smile.

“Dan aku tetap berada di sisimu, kan? Itu karena kau sudah memporak-porandakan isi kepalaku, Bodoh. Harusnya kau tahu itu.”

Kyuhyun tersenyum miring. “Bagus. It means you are taken by me.”

Jemari Kyuhyun bergerak menggenggam jemari tangan kanan Hyesoo, membentuk kesatuan sempurna satu sama lain.

“Ready to go?”

 

*end

A/N: hola~ kembali dengan Cho Kyuhyun!! :*

Seperti yang disebutkan di note awal, fic ini terinspirasi dari foto-foto selca Kyuhyun yang sialnya semakin kyute dari hari ke hari. Astaga, Cho Kyuhyun, inget umur, please T^T /slapped/

Bonus time~

dan ini yang paling bikin hati lemah. Aarrghh!!!

Ini mah ngeri juga nggemesin /slapped/

Advertisements

Leave Your Appreciation!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s