Believe

night

Believe

A vignette by rineema
Kim Kibum & Han Hana

Fate and hope. It all changed.
And I’m believing in the me who is changing.

Note: We don’t need another note, right? And I think we all know what is it about… I’m trying to calm myself. I don’t even know why did I use English in the first place eventhough the fic is Indonesian. Oh, please, enjoy.

~***~

Langit perlahan mengelam. Langit biru berubah menjadi kemerahan, oranye, jingga hinga menggelap. Bumi perlahan bersinar. Lampu-lampu bermunculan diantara gedung-gedung dan jalanan dibawah sana. Ia tidak tahu butuh waktu berapa lama untuk menyaksikan perubahan-perubahan itiu, sekalipun sering melakukannya di-rooftop apartment-nya. Hari ini bintang tidak tampak lagi.

“Betah sekali berdiri disitu.”

Tidak perlu menoleh, tapi tubuh sang pria sudah terprogram untuk selalu menyambut kehadiran sang pemilik suara dengan pandangannya.

Manik hitamnya bertemu dengan manik kecokelatan.

Sang pria berdecak, “Lama sekali.”

Dilihatnya sang gadis berambut merah mengangkat bahu acuh, “Aku lebih suka disini saat matahari sudah terbenam.”

Sang gadis yang telah berdiri disamping sang pria kini melongok diantara pembatas besi. “Lagipula tidak peduli setinggi apa gedung ini, wartawan-wartawan itu akan selalu menemukan mangsa yang sedang hangat diperbincangkan dimana pun. Bukan pilihan bijak kalau kita tampil sekarang, kan, Kim Kibum?”

Sang pria sama sekali tidak terkejut. Seorang Han Hana memang suka membicarakan hal penting dengan nada tak peduli begitu.

“Menambah kehebohan sekali-kali bukan kesalahan kok.”

“Ketika artis yang kaudukung vakum sekian tahun lalu diberitakan keluar, bagaimana menurutmu perasaan penggemarnya?”

Well, aku tidak punya sosok yang seperti itu.”

Hana mendelik pada pria yang jelas-jelas sengaja mengalihkan pandang pada gedung di kejauhan, “Harusnya aku belajar cara bicara sarkasme pada Hyesoo, kan.”

Gadis itu ikut memandang pada kelap-kelip sinar lampu Seoul. Pandangannya kosong ketika berkata, “Mengumumkan berita resmi keluar dari grup setelah sekian lama vakum di hari sebelum hari ulang tahunmu. Tentu saja kurang heboh bagi Snow White.”

Kibum melemparkan senyum sekilas. Masih saja ingin tertawa ketika mendengar panggilan lamanya. “Lalu, bagaimana kabar saudarimu?”

“Menurutmu? Akhir-akhir ini dia sedang sibuk dengan kegiatan kuliah, jarang mengecek perkembangan duniamu ketika pagi ini membaca koran dan menemukannya. Yah, aku yakin setelah sembuh dari keterkejutan, Hyesoo akan ada didepan laptopnya, menuliskan hal ini.” Hana menolehkan kepalanya pada Kibum dengan tatapan bertanya, “Apa dia harus melepas label Super Junior-mu didalamnya?”

Kibum menaikkan alis bingung, “Haruskah aku menjawabnya?”

Tawa ringan muncul dari gadis disampingnya. Tawa lega. “Oh, itu hak tak terkatakan seorang penggemar, bukankah begitu? Terlebih jika penggemarmu seorang penulis. Kau tidak akan pernah mati didalam ceritanya. Kau akan selalu menjadi anggota Super Junior didalam cerita.”

Sang pria menyenderkan tubuhnya pada jeruji pembatas seraya memasukkan tangannya dalam saku celana. Tatapannya tidak meninggalkan binar hangat yang ada pada dua mata gadis berambut merah disampingnya. Udara mulai mendingin, tapi ia tidak keberatan berada disana lebih lama. Kapan lagi saat seperti ini tiba? Ia sendiri tak tahu jawabannya.

“Kalau aku tidak kenal kau, aku akan mengira kau juga ingin dibuatkan cerita.”

Hana menyipitkan mata, mencari tanda-tanda sarkastik dari manik hitam itu. “Maksudmu menjadi artis? Mana mungkin. Kau tahu sendiri apa jawabanku saat aku diminta bergabung oleh Bapak Ketua Mantan Agensi-mu.”

Senyum sekilas muncul kembali dari Kibum. Jelas ia masih ingat hari itu.

“Aku lebih suka hidup seperti ini. Bersinar sendiri bersama orang-orang disekelilingku, tampak tapi tersembunyi. Seperti bintang yang menopang bulan walau sinarnya bukan berasal dari bulan itu sendiri.”

Kibum mengikuti arah pandang Hana pada benda-benda langit diatas sana. Malam ini bulan ditemani sinar lemah yang kalah oleh jutaan lampu dari permukaan bumi.

“Kadang memang tidak tampak, sinarnya pun kalah dibanding dengan sinar buatan, tapi bintang tetap bersinar karena percaya pada sinar yang dipancarkannya.” Kibum menutup matanya, menikmati semilir angin malam, “Percaya pada hal sekecil apa pun, itulah manusia, kan? Rasa percaya yang akan membuat manusia gembira dan tidak keberatan melewati apapun selama sinar itu tidak mati, selama manusia masih berharap.”

Sang gadis membiarkan tatapannya jatuh pada sang pria, membiarkan pria itu berbicara.

“Mereka tidak akan berhenti berharap ketika aku diam saja, kan? Harapan itu akan terus ada saat aku melangkah, saat yang lain melangkah, saat melihat kembali ke masa lalu. Harapan yang membuat mereka rela menunggu… Tapi aku tidak suka membuat mereka menunggu.” Kibum menolehkan kepalanya, memandang tepat pada iris cokelat Hana. “Harapanku juga sama dengan mereka. Aku juga selalu percaya. Tapi aku bisa apa? Segalanya berubah.”

Hana menatap balik pada iris itu. Iris yang terluka. “Kau menyesal?”

Kibum menggeleng. “Aku hanya menyesal karena tidak bisa memenuhi harapan mereka. Untuk pilihan, tidak. Aku tidak menyesal dengan apa yang kupilih.”

“Bagus.” Hana mengangguk puas, “Karena mereka jelas akan lebih kecewa ketika kau menyesal dengan pilihanmu, Kibum-ah. Rasa kecewa karena hengkangnya dirimu jelas dapat ditoleransi dengan lebih baik. Lagipula mereka pernah merasakan kehilangan member yang lain kok. Yah, kau akan tetap menjadi member Super Junior dicerita.”

Rasa lega menjalar dalam tiap sudut tubuh Kibum ketika melihat senyum diwajah Hana. Inilah yang dicarinya, ia tahu itu.

“Hahh, aku ingin menjadi bintang saja,” Kibum mendesah.

“Mana bisa? Kau sudah jadi bulan dan bulan tidak boleh meledak. Sudah jadi tugasmu, tahu.”

“Dan karena kita tinggal di Bumi aku tidak bisa melepas tugas itu, ya? Hmm.”

Hana menepuk-nepuk pundak Kibum, “Kau sudah mengajari mereka rasa percaya, harapan dan kehilangan. Bagus sekali, Tuan Lamperouge.”

Sesaat hening sebelum tawa kini menghampiri Kibum. Komentar Hana barusan menandakan bahwa mereka telah melewati sesi serius. Gadis itu memang suka memanggil Kibum dengan nama-nama tokoh imajiner dari anime yang barusaja ditontonnya. Kali ini Kibum tidak mengenali nama itu.

“Itu tokoh utama dari Code Geass, Lelouch Lamperouge. Sekilas kau mirip dengannya, terutama saat rambutmu panjang. Sikapnya juga keras kepala juga ingin melindungi sesuatu yang disayanginya dengan cara apapun.”

Gadis ini jelas sedang menyukai serial yang ditontonnya.

Dengan cepat, Kibum mengambil tangan kanan yang dipakai Hana menepuk pundaknya dan menarik tubuh sang empunya untuk bertemu dengan tubuhnya. Membiarkan ketenangan menjalarinya ketika merasakan tubuh mungil Hana dalam dekapannya. Kibum tersenyum, merasakan Hana mengeratkan pelukannya. Tidak ada satupun dari mereka yang keberatan menghabiskan waktu seperti itu.

Saat itulah ponsel keduanya bergetar. Keduanya melonjak karena getaran pada pinggang masing-masing. Kibum menggerutu seraya membuka pesan. Cho Kyuhyun. Tidak perlu bertanya untuk mengetahui pesan yang diterima Hana.

“Hyesoo meminta kita untuk segera ke dorm,” Sudah kuduga, batin Kibum. “Lebih baik kita cepat kesana atau Heechul oppa mengamuk.”

“Pilihan kedua sepertinya mengerikan, jadi kita harus bergegas.”

Kibum membalikkan badan, berjalan menuju pintu dengan Hana disampingnya. Beberapa langkah sebelum mencapai pintu, Hana menoleh pada Kibum, “Oh ya, selamat ulang tahun, Kim Kibum. Kau bilang tidak butuh apapun, jadi aku tidak memberikan apapun.”

“Memang tidak.” Kibum tersenyum, “Oh, kurasa ada satu.”

Sebelum sempat bertanya, Kibum sudah mencondongkan tubuhnya pada Hana dan mencium kening sang gadis. Menyukai ekspresi terkejut Hana lengkap dengan pipi yang merona. Kibum tertawa lalu menggenggam tangan Hana.

“Nah, selamat ulang tahun  untukku.”

Hana mendengus sebelum tersenyum pada Kibum, “Selamat datang, Cahaya Baru.”

.

.

.

Within time,
Passing us by, we met,
And I’m believing in the me who’s changing
Until this dream arrives at its end
Let’s open up this spiritless days!
Fight and pray

(Kalafina – believe)

END

A/N: oh-oh. Saya bener galau gara-gara berita iniii. Kim Kibum… T.T Tapi yah saya mah bisa ngapain. Hanya menulis, mendukung dan berdoa untuk kelanjutannya ke depan.

Maafkan ke-absurd-an fic ini. Entah kenapa jadi nambahin elemen anime. Udah poster pake screencaps dari Fate/Stay Night: Unlimited Blade Works, kutipan lagu pun OST-nya. Hmmm. Sepertinya sifat penggila anime akan ditanam lebih dalam untuk sosok Han Hana wkwk.

Sekian kali ini. Mind review?

Advertisements

13 thoughts on “Believe

    1. halo, lagi~
      itu aku nulisnya dengan hati kacau lho, ga tau hasilnya gimana /uhuk
      makasih udah baca ya, hmm, aku panggil siapa ya? biar enak manggilnya. ngomong-ngomong, aku risma, 96line. salam kenal ^^

      1. Lika garis 98. Halo kak Risma maapkeun selama beberapa minggu ini suka ngerusuh di box komen fic kakaknya :”D huhu tapi serius aku suka fic ficnya ><

      2. halo, lika ^^
        ga masalah kok. aku seneng liat komen kamu. udah lama menghilang jadi kangen interaksi gini sesama warga wp :’)
        huhu aku masih baper kalau ngeliat fic ini :’D

      3. Aku udah lama nggak nemu fic sj yg bener bener ngeh banget di dashboard wp baru akhirnya pas baca 2 fic kak risma aku langsung demen banget :””””D huhu iya kaak ugh we’ll miss him so much for sure :””” cuma bisa berharap yg terbaik buat dia and still their friendship will still remain the same like the past 10 years :””””

      4. aduh aduh, makasih lho, lika. komenmu berarti sekali :”D bisa dibilang sj yang bikin aku nulis banyak makanya rata-rata fic-ku cast sj, romance pun sj. susah bikin cast artist lain (pengecualian myungstal) :”
        we just want him to be happy and yeah, i believe their friendship will be the long lasting one, dear. they are super junior, afterall :””)

      5. Huhuhu iya kaaak :”””” /maapkeun jadi numpang curcol di blog orang/ :””)))) yes yes we believe that >_<

        Ah kak risma yang juga nulis di fmsj kan ya?

      6. SAMA DONG X))
        mereka ajaib banget bisa bikin aku nulis selain sj :”D ga macem-macem dah, mereka itu cocok banget X’)) ah, jadi kangen interaksi mereka kan huhu

      7. MEREKA TUH NGEH BANGET LOPE LOPE BANGET POKOKNYA GEMEZ asdfghjkl lah huhuhu aku nggak pernah sampe garis keras gini ngeship kapel kapel gitu cuma mereka yg bisa bikin diri ini seperti itu :”””) myungsoojung emang badai banget lah :”””””)))

      8. APA YANG SUDAH MEREKA LAKUKAN??
        kenapa semua myungsoojung shipper mengatakan hal yg sama :””” apa pesona mereka sampe sampe kita bahas mereka di fic sj /lol
        mungkinkah pertanda bahwa mereka berjodoh X””)

Leave Your Appreciation!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s