Of Presents and Talk

cr: nyarikado.com
cr: nyarikado.com

.

A ficlet by rineema
Choi Siwon & Lee Hyukjae & Lee Donghae

—Percakapan tiga pria, tiga puluh tahun, pada suatu malam

~***~

Bukan hal yang aneh, tapi sudah terbilang jarang terjadi.

Malam di dorm Super Junior terlihat sepi. Lantai sebelas tempat tinggal mereka terlihat lengang. Kehidupan yang terenggut seiring waktu berlalu. Tapi tidak dengan tumpukan kotak berwarna warni.

Srek.

“Ini malam Sabtu.”

“Lalu?”

Srek.

“Lalu apa yang kita lakukan disini?”

“Sudah jelas, kan.”

Srek. Kres.

“Tapi – ”

“Berhentilah mengeluh, Lee Hyukjae! Cepat kerjakan saja!”

Kres. Kres.

“Berisik! Lihat dirimu sendiri sedang apa, Lee Donghae! Kaupikir tumpukan di meja tengah itu milik siapa, heh? Cepat urus atau ini akan berlangsung semalaman.”

Srek. Srek. Kres.

“Choi Siwon! Kau juga lama! Kenapa pakai gunting segala?! Pekerjaanmu masih banyak!”

Pria bermarga Choi yang juga kena sentakan itu melemparkan wajah penuh tanda tanya. Kepalanya menoleh pada seorang lagi yang juga kena hardikan.

Lalu entah kenapa keduanya tertawa.

Ya! Apa yang kalian tertawakan?!”

“Hei, Lee Hyukjae. Kau sedang merajuk, kan? Hanya karena tumpukan ini? Benar, kan?”

“Astaga. Bilang saja pada kami kalau kau memang ingin. Pasti kami bagi kok.”

Sang pria bernama Lee Hyukjae mendengus dengan wajah berkerut. “Memang siapa yang iri dengan tumpukan hadiah kalian? Aku, sih, tidak.”

Itu sudah cukup menjadi jawaban bagi kedua temannya.

Berikutnya, tangan Siwon sudah mencomot satu kotak kado dan melemparkannya pada Hyukjae yang menangkap tepat sebelum wajahnya bertemu dengan benda yang cukup besar itu. Hyukjae menggerutu sementara Donghae menggelengkan kepala, tak habis pikir.

“Ada saja hari ketika kau masih iri dengan tumpukan hadiah.”

Hyukjae berdecak. “Frasa yang benar: ada saja hari ketika kita harus membuka tumpukan hadiah di malam Sabtu.”

“Ada saja hari ketika kita membuka tumpukan hadiah,” Siwon yang sudah kembali berkutat dengan tumpukan hadiahnya menimpal, “Bukannya itu yang benar?”

Sejenak hening. Hyukjae mengerjapkan matanya, “Entah kenapa terdengar sarkastik.”

“Kalimat itu tidak cocok kalau kau yang mengeluarkan, Tuan Aktor.” Donghae menyingkirkan amplop kecil kosong. Salam kirim? “Kau punya banyak penggemar.”

“Tidak. Bukan begitu maksudku. Kalian juga punya banyak penggemar.” Siwon menggeleng lengkap dengan gestur tangannya, “Maksudku adalah aku tidak percaya masih menjadi orang yang punya banyak penggemar sampai saat ini.”

“Kalimatmu itu membuatku ingat umur.” Hyukjae meringis, “Astaga. Benarkah kita sudah tiga puluh tahun?”

“Kaupikir kenapa kita cepat-cepat mendaftar militer, heh?” ujar Donghae.

“Yah, menurut pedoman kelahiran internasional umur kita masih dua puluh sembilan,” Siwon berkata santai sembari kembali ke aktifitas awalnya, menggunting kotak kado.

“Sejujurnya, aku tidak pernah membayangkan akan tetap menjadi idol di umur tiga puluh.” Donghae tiba-tiba berucap. “Aku memang berharap Super Junior akan bertahan lama, tapi aku tidak menyangka aku akan berumur tiga puluh ketika itu terjadi. Paham, kan?”

“Aku mengerti maksudmu,” Siwon mengangguk. “Rasanya ingin waktu lewat begitu saja. Padahal konsekuensinya bukan hanya waktu, umur juga.”

Jentikan jari Donghae diikuti oleh suara senang sang pria yang melonjak dari duduknya, “Benar! Itu dia! Sang Aktor selalu bisa berkata dengan lebih baik.”

“Kalau kau, sih, masih ada kemungkinan untuk tetap eksis sampai umur segini.” Hyukjae menaruh kotak berisi kaus baru, “Ingat?”

Siwon kembali menggeleng. “Hm, tidak yakin. Mengingat bungkus kadonya kebanyakan sapphire blue.”

Pria Laut hanya diam bersama tumpukan kadonya untuk beberapa saat, kemudian ia bertanya, “Bagaimana jadinya hari kita saat tumpukan hadiah ini tidak ada lagi, ya?”

“Mungkin sekarang Lee Donghae sedang berada di kamar bersama sang istri, bermalas-malasan sampai pagi.”

Donghae menunjuk Hyukjae dengan kedua jempolnya, “Terdengar seperti sesuatu yang akan kulakukan.” Sembari membuka kotak yang lain, Donghae melanjutkan, “Lee Hyukjae di lain waktu mungkin sedang bersama istrinya, menebar kehangatan satu sama lain.”

“Otakmu berubah yadong seiring bertambahnya umur, ya.”

“Aku berusaha memahamimu, Hyukkie.”

“Maaf, tapi aku tidak mau jadi kambing hitam,” Donghae sibuk meyakinkan Hyukjae sementara Si Ikan Kecil melirik pada Siwon, “Sementara Tuan Masi mungkin berada di belahan dunia lain, melakukan pameran fashion terkenal.”

Siwon, yang menoleh setelah julukannya disebut, memutuskan untuk berkata enteng, “Saat kita tidak dapat hadiah… mungkin kita bertiga sedang sibuk di pelatihan.”

 

Kembali hening.

 

“Dasar, Choi Siwon Si Realistis. Selalu tidak bisa diajak berkhayal sebentar.”

“Tapi benar juga. Hayo, apa yang kaupikirkan, Hyuk? Itu membuktikan gelarmu, tahu.”

“Akan lebih baik jika kita menjauhkan diri dari hal seperti itu, teman-teman. Tidak baik juga untuk kesehatan tubuh-tubuh yang masih lajang ini.”

“Jadi Sungmin hyung sudah boleh melihat itu?”

“Untuk apa, Lee Donghae? Dia, kan, sudah menikah. Siwon aja yang mengarang cerita.”

“Benar kok. Selama ini kalian baca apa aja, sih? Itu bisa berpengaruh buruk karena

.

.

.

Dan malam itu tidak berakhir dengan cepat karena ketiganya malah bercerita mengenai banyak hal. Tertawa dan bercanda. Berkhayal dan menyemangati satu sama lain. Lagipula kenapa mereka harus selesai lebih cepat? Kenapa mereka membicarakan umur? Kenapa mereka membahas itu?

Tidak ada yang tahu.

.

.end


A/N:

Plotless. Maafkeuunn /bow.
Udah lama pengin bikin mereka bertiga yang mengobrolkan hal-hal tidak penting haha.

By the way, selamat tahun baru! Semoga segala hal baik bisa tercapai di tahun ini! Hm, ambil saja sisi positif dari label ‘baru’ ini. Yaitu masih ada waktu untuk menjadi orang ‘baru’, menjadi pribadi yang lebih baik lagi 🙂

See ya!

Advertisements

Leave Your Appreciation!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s