Hanya Itu

.

an orific by rineema

.

~***~

Bulan Juni. Hujan.

Larut malam. Hening.

Ia sendirian. Sepi.

.

Mungkin itu yang menjadi alasannya untuk memutar kemudi bundarnya ke arah berlawanan.

Daerah itu sangat dikenalnya. Pekarangan itu tampak di matanya.

Ia keluar dari Audi A7 miliknya. Menyeberangai pekarangan berhujan tanpa ragu.

Sekali itu tidak keberatan dengan pintu yang, lagi-lagi, tidak terkunci. Hanya saat itu.

.

Gadis itu disana. Duduk nyaman di atas sofa peach, bersama biola di tangan.

.

“Hai.”

.

Canggung.

.

“Duduklah. Kau lelah.”

.

Cukup tiga kata untuk menunjukkan perhatian. Sesingkat itu.

.

Biola kembali disandarkan di pundak sang gadis. Melodi berputar di ruangan, rumit.

.

Hanya tiga langkah.

Untuk menjawab semuanya.

Hanya itu.


Advertisements

Leave Your Appreciation!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s