Before It Starts

gift

Before It Starts

A ficlet by rineema
Super Junior member

Daripada kalimat penghiburan,
aku lebih membutuhkan kehadiran dan tawa mereka
di sampingku

~***~

Continue reading “Before It Starts”

Ficlet: It’s You {Eunhyuk}

ItsYou-Hyuk

Ficlet: It’s You {Eunhyuk}

A Fanfiction by rineema

Lee Hyukjae (Eunhyuk)Lee Hyu Rin

[inspired by Super Junior MV – It’s You Drama Ver (2009)]

~***~

The 9th It’s You Super Junior’s ficlet stories is Eunhyuk!

Read, Enjoy, and Appreciate it please ^^

~***~

Namja itu mengocok kaleng pilox-nya berulang kali. Continue reading “Ficlet: It’s You {Eunhyuk}”

Someday… After The Toughest Time (Tough Sequel)

someday-cover

Someday… After The Toughest Time

Tough Sequel

~***~

STILL HEECHUL POV

All The Time is around after 2009

“Aku akan keluar.”

“Aku keluar dari Super Junior.”

“Aku tidak bisa disini terus, hyung. Tuntutan sudah keluar. Aku sudah tidak sanggup terus disini. Aku akan pergi.”

“Kebebasan… untuk saat ini aku ingin kebebasan. Aku tidak butuh ketenaran, tidak butuh nama besar dan perusahaan dimana aku menggantungkan hidup. Aku hanya ingin bebas.”

“Mianhaeyo, hyung… aku melakukan ini untuk memikirkan segalanya dengan baik.”

“… Jaga diri kalian. Heechul hyung, Leeteuk hyung, tolong jaga mereka dan diri kalian, aku menyayangi kalian semua.”

~***~

Sinar matahari yang masuk melalui celah selambu kamar, membuatku tersentak bangun. Mataku terasa berat untuk membuka. Sekujur tubuhku terasa lemas. Untuk beberapa menit aku hanya terbaring di kasur. Teringat potongan-potongan mimpi buruk yang kembali muncul dalam kegelapan, muncul kembali ke permukaan kesadaran. Mengingat hal itu tidak membuatku senang. Aku kembali merasa hampa.

Continue reading “Someday… After The Toughest Time (Tough Sequel)”

Tough

tough

Tough

Super Junior Fanfiction (Heechul’s POV)

All the time was in 2009

Irama terakhir dari It’s You telah berakhir. Cepat-cepat kami berdua belas segera turun ke backstage. Sorak sorai ELF tidak kunjung berhenti walau kami sudah berada dibelakang panggung. Perasaan lelahku mendadak hilang. Member lain tak kunjung berhenti tersenyum  satu sama lain.

“Selamat!”

“Akhirnya sukses!”

“Aku tegang sekali tadi!”

“Sorakannya kencang sekali!”

Mereka tak hentinya saling memuji. Aku hanya bisa tersenyum melihat mereka.

Hm? Kenapa rasanya ada yang kurang? Kurang seorang disini… Kulihat sekeliling ruang tunggu kami dan ternyata dia disanan. Duduk dipojok sembari menerawang. Ada apa dengannya? Harusnya dia juga senang seperti perasaan kami sekarang, kan?

“Kenapa kau?” ucapku sembari menepuk bahunya.

Aku menepuk bahunya lebih pelan dari yang biasanya. Tapi reaksinya itu seakan aku sudah memukulnya menggunakan cambuk. Dia terlonjak cukup keras.

“Ah, Chullie. Kenapa kau disini?”

“Ya, Hankyung. Seharusnya aku yang tanya itu. Ngapain kau mojok disini? Kau tidak ikut senang karena penampilan kita tadi? Kau tampil di depan terus. Banyak yang bersorak untukmu. Bukankah itu impianmu?” kataku berusaha merapikan wajah kusutnya.

“Sungguh? Wow, aku semakin terkenal.”  Alisku meninggi melihat ekspresinya. Senyum memaksa.

“Ya, Hankyung. Ada apa sebenarnya? Sejak kapan kau mulai narsis begitu, heh?” Aku ikut duduk disampingnya lalu menatapnya lekat-lekat. “Kau ada masalah? Bilang padaku ada apa.”

Mata itu tidak fokus dan ragu. Berulang kali Hankyung melihatku lalu kea rah member lain lalu tangannya sendiri sebelum akhirnya menghembuskan napas pelan.

“Gwaenchana. Aku hanya ingin sedikit berimprovisasi, haha,” jawabnya dengan tawa hambar.

“Apa mak – ”

“Kurasa aku harus menelpon ibuku dulu,” Hankyung langsung berdiri dari duduknya dan pergi. Berani sekali dia tidak memperhatikan Kim Heechul! Aku sudah akan bicara lagi ketika ternyata perkataanku tercekat di tenggorokan begitu melihat ekspresinya.

Ya, Hangeng. Kau mungkin benar-benar merindukan ibumu, tapi tidak perlu sampai memasang wajah seakan itu kali pertama kau merasakannya, kan.

***

“Hari ini ada pemotretan, pembuatan cf di siang hari, recording variety show, dan terakhir tampil di Inkigayo,” Leeteuk memandangi semua wajah member satu persatu. “Hari ini akan sangat panjang dan melelahkan. Jaga kesehatan kalian agar – “ kalian tetap sehat dan blablabla. Jungsu mulai mengoceh tentang kesehatan, dan ini akan sangat membosankan.

Continue reading “Tough”

Super Junior’s Anniversary (Year by Years)

cover

Judul               : Super Junior’s Anniversary (Year by Years)

Rating             : general

Genre              : brothership, family

Cast                 : SUPER JUNIOR

***

note: Annyeong haseyo!!! Akhirnya ff ini bisa publish. Saya memang masih terlalu pemula. Masih sangat butuh bimbingan dari reader. Aku harap reader mau membaca dan mengomentari tulisanku yang masih berantakan ini 🙂

Here is the link for this fanfict contest: Super Junior fanfiction. Vote untuk ceritaku juga kalau sempat 🙂

Happy reading, yeorobun~

***

Aku melangkahkan kaki ke dalam kamar dengan lesu. Merasa remuk di seluruh tubuh karena pelatihan intensif militer. Seketika kasur bertingkat kayu di kamar terlihat begitu menggoda. Tanpa banyak basa basi dengan teman sekamarku yang menempati kasur atas, aku langsung menghempaskan tubuhku ke kasur tipis di bawah yang menghadap ke jendela.

Kelambu tipis putih yang menutupi jendela berkibar saat ditiup angin malam. Benda langit bundar keemasan nampak jelas ketika kelambu itu berkibar.

Bulan purnama, batinku berbisik. Aku mulai menghitung mundur hingga akhirnya tiba di hari ini. Ternyata sudah mencapai tengah bulan aku tinggal di pelatihan militer. Tiga minggu sudah aku memutuskan untuk pergi mengabdi pada negara. Meninggalkan dunia selebritas. Meninggalkan keluargaku, Super Junior.

Continue reading “Super Junior’s Anniversary (Year by Years)”

Fanfiction: 13 Stars


13 Stars

Author :       Ani Risma

Genre    :       Friendship / Brothership

Rating   :       General / All can read 😀

Cast       :        Super Junior only

Disclamer:       This story is originally mine! The cast belongs to God and themselves.

~~~

note: fanfiction ini sebelumnya pernah muncul di page Super Junior fanfiction tanggal 15 Oktober 2011, contest 1st anniversary page. Dan *ehem* saya belum waktunya menang *plak* doakan saya menang di 2nd anniversary nya ya 😀

Here’s the link: http://www.facebook.com/note.php?note_id=241150499266896

^^

~~~

Let the story begin..

    Malam. Suatu bentuk kebesaran Tuhan yang harus disyukuri. Setelah seharian beraktivitas, setelah banyak kejadian melelahkan yang terjadi di siang hari, akan ada waktu dimana langit menggelap. Sang surya akan turun ke peraduannya. Cahaya terangnya kan digantikan oleh kegelapan. Kegelapan yang menenangkan. Kegelapan yang menyenangkan. Tidak hanya akan ada kegelapan disana. Bulan dan bintang akan muncul dalam kegelapan. Penghuni tetap malam yang memiliki daya tarik tersendiri. Keduanya istimewa. Tapi entah mengapa yang teringat saat mendengar kata ‘malam’ hanyalah bintang. Bukankah begitu? Hanya bintang-bintang yang bertebaran bagai salju. Hanya bintang-bintang yang bersinar bagai permata. Hanya batu-batu angkasa luar yang berpijar itu. Entah sejak kapan, bintang menjadi hal yang melambangkan keindahan – dan keabadian.

13 Stars

“Kyu, ayo bangun. Waktunya makan malam,” Sungmin mengguncang tubuh Kyuhyun yang tertidur di sofa ruang tengah dorm mereka, Super Junior. Sudah sejak 15 menit lalu Sungmin membangunkan magnae itu tapi tak ada hasilnya.

“Nanti, hyung...” Kyuhyun menepis halus tangan Sungmin di lengannya. Matanya masih terpejam, berusaha untuk tidur lagi.

“Tidak ada nanti! Setelah ini kau ada jadwal ke KTR, kan? Ayo, bangun!” Sebenarnya Sungmin tidak enak hati juga membangunkan Kyuhyun yang tertidur pulas begitu. Super Junior baru saja kembali dari Jepang, dalam rangka promo album ke-5 mereka, Mr. Simple, 1 jam yang lalu. Mereka semua lelah tentu saja, tapi yang paling tampak lelah adalah Kyuhyun, magnae yang memang gampang sakit itu.

Ne, arraseo…” kata Kyuhyun mengalah. Kyuhyun beranjak dari sofa yang nyaman menuju kamar mandi. Di cucinya muka juga tangannya lambat-lambat. Dipatutnya bayangan dirinya di cermin lama sekali lalu perlahan melangkah menuju dapur.

Dorm begitu sepi sekarang, batinnya berkata saat melewati kamar-kamar yang kosong. Dia tidak heran memang. Karena dia tahu member lain sedang sibuk di luar sana. Sebelum tidur tadi, Kyuhyun sempat melihat hyunghyung nya pamit menuju berbagai tempat. Ryeowook pergi mengurus drama musikalnya, Donghae mengunjungi ibunya, Yesung melihat perkembangan restorannya, Shindong pergi menemui yeojachingu nya. Siwon memang tidak tinggal di dorm, tapi dia tahu persis kegiatan apa yang dia lakukan sekarang. Sedang sibuk promo drama terbarunya. Sementara, Heechul sedang menjalani pelatihan militer. Yang ada di dorm sekarang hanya Leeteuk, Eunhyuk, Sungmin, dan dirinya.

Continue reading “Fanfiction: 13 Stars”

Fanfiction: The Night After Mr. Simple’s Debut

The Night After Mr. Simple’s Debut

author: Ani Risma

rating  : General

cast     : Super Junior members

~~~

note: this is my 1st fanfiction about Super Junior. It was done in 1 September 2011. Fanfict ini aku buat sebelum aku tahu rencana Heechul untuk wamil mendahului Leeteuk. Jadi ada yang tidak sesuai sama seharusnya, hehe ^^v

Enjoy reading!

~~~

“Woo! Akhirnya sampai juga di dorm!” seru Kyuhyun begitu kakinya menginjaki wilayah dorm Super Junior.

Ya! Jangan berisik, magnae!” seru Heechul yang ikut masuk ke wilayah dorm setelah Kyuhyun, kemudian diikuti oleh Siwon, Sungmin, Shindong, Eunhyuk, DOnghae, Ryeowook, Yesung, dan Leeteuk.

Jika dalam keadaan normal perkataan Heechul tadi pasti sudah memancing debat mulut antara Heechul dan Kyuhyun. Tapi bahkan Kyuhyun tidak tertarik untuk memulai debat dengan Heechul. Sepuluh member aktif Super Junior ini baru saja menyelesaikan comeback stage album mereka yang ke-5, Mr. Simple. Seluruh tenaga mereka kerahkan untuk membuat comeback yang akan membuat ELF bahagia, hingga mereka tidak punya tenaga lagi di malam hari ini.

Walau mereka lelah, tapi masih terlihat jelas di wajah mereka raut kegembiraan. Mereka terlalu lelah untuk saling bicara tapi tidak untuk kesenangan yang mereka rasakan.

Kaki-kaki kesepuluh namja tampan itu terarah ke dapur. Mereka sebelumnya sudah berencana untuk makan bersama dan mengobrol sebelum tidur. Ryeowook, dengan sukarela seperti biasa, menyiapkan segala makanan untuk member yang lain. Begitu menyantap masakannya, keadaan mereka kembali semula. Canda tawa kembali hadir.

“Akhirnya selesai sudah masa-masa comeback album ke-5 Super Junior,” kata Leeteuk yang disanbut dengan keheningan member lain. Mereka menyimak dengan seksama.

Continue reading “Fanfiction: The Night After Mr. Simple’s Debut”